Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apa Saja Isi Kesepakatan Damai AS dan Iran? Ini Rinciannya

Apa Saja Isi Kesepakatan Damai AS dan Iran? Ini Rinciannya
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)
Intinya Sih
  • Amerika Serikat dan Iran resmi mencapai kesepakatan damai yang mengakhiri perang sejak Februari 2026, termasuk penghentian konflik di Lebanon dan Israel.
  • AS sepakat mencabut sanksi ekonomi, melepas aset Iran senilai 25 miliar dolar AS, serta membantu rekonstruksi wilayah Iran yang rusak akibat perang.
  • Iran bersedia membuka penuh Selat Hormuz, membatasi produksi uranium, dan menghentikan program senjata nuklir sesuai perjanjian Non-Proliferation Treaty.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Amerika Serikat dan Iran akhirnya mencapai kesepakatan damai. Kesepakatan ini diumumkan oleh Presiden Donald Trump dalam sebuah unggahan di Truth Social pada Minggu (14/6/2026) waktu setempat. Kesepakatan ini otomatis mengakhiri perang antara Iran melawan AS dan Israel yang sudah meletus sejak 28 Februari lalu. 

Kesepakatan damai antara AS dan Iran ini termaktub dalam nota kesepahaman (MoU) yang sudah difinalisasi oleh kedua negara. Dalam MoU tersebut, ada beberapa hal yang disepakati AS dan Iran sehingga perdamaian bisa terjadi. Berikut rinciannya.  

1. Perang harus berakhir di semua pihak termasuk Lebanon

Hal pertama yang tertuang dalam MoU perdamaian AS dan Iran adalah penghentian perang di semua pihak, termasuk Lebanon. Jadi, penghentian perang tidak hanya melibatkan AS dan Iran saja, tetapi juga Israel dan Lebanon. Oleh karena itu, Israel wajib menghentikan serangan terhadap Lebanon.

Iran sendiri sudah menjamin bahwa kesepakatan damai dengan AS akan melibatkan Lebanon. Sebab, Iran tidak ingin Lebanon terus diserang Israel. Negara Yahudi tersebut terus menyerang Lebanon meski sudah gencatan senjata. Serangan terbaru Israel ke Lebanon terjadi pada Minggu. Kala itu, Israel menyerang Ibu Kota Beirut hingga menewaskan 3 orang dan melukai 7 lainnya. 

2. AS bersedia mencabut sanksi ekonomi Iran

Embargo.
ilustrasi embargo (unsplash.com/Sandy Millar)

Dalam MoU tersebut, AS juga bersedia mencabut sanksi ekonomi terhadap Iran. Dalam hal ini, AS akan mengizinkan Iran untuk menjual semua produk minyak dan gas buminya ke luar negeri. Washington juga mengizinkan Teheran untuk mendapatkan keuntungan penuh atas penjualan tersebut. 

Sejak perang meletus, AS melarang Iran untuk menjual semua produk minyak dan gas buminya ke negara lain. Semua negara di dunia juga dilarang untuk membeli minyak dan gas bumi dari Iran. Jika melanggar, maka AS akan memberi tarif dagang tinggi terhadap negara yang bersangkutan. Kala itu, langkah ini dilakukan untuk menghentikan pendapatan Iran sehingga mereka tidak bisa melanjutkan perang melawan AS dan Israel.  

3. AS bersedia melepas semua aset Iran yang mereka bekukan

Uang dalam jumlah banyak.
ilustrasi uang (pexels.com/John Guccione)

Selanjutnya, AS bersedia melepas semua aset Iran yang selama ini mereka bekukan. Dilansir Jerusalem Post, aset itu berjumlah 25 miliar dolar AS atau setara Rp442,2 triliun. AS dikabarkan akan mentransfer semua aset tersebut secara langsung ke Iran.

Sebelumnya, AS sempat disebut akan memakai semua aset Iran yang mereka bekukan untuk merekonstruksi negara-negara Teluk yang terdampak serangan Iran. Kabar itu disampaikan oleh seorang sumber anonim dari AS pada 6 Juni lalu. Namun, kabar tersebut terbukti tidak valid. Sebab, AS akan melepas dan mengirim semua aset yang telah mereka bekukan langsung ke Iran.

4. AS bersedia membantu rekonstruksi Iran

Gedung yang hancur.
potret gedung yang hancur (pexels.com/taichi noumi)

Sebagai pihak yang lebih dulu memulai perang, AS menegaskan siap bertanggung jawab penuh. Dalam MoU tadi, AS bersedia membantu Iran untuk merekonstruksi semua kerusakan di wilayahnya yang timbul akibat perang. 

Untuk merekonstruksi semua kerusakan di Iran, AS dikabarkan akan bekerja sama dengan para sekutunya. Langkah ini akan dibahas lebih lanjut dengan Iran dan akan segera dilakukan dalam 60 hari ke depan.  

5. AS bersedia menghentikan blokade pelabuhan dan kapal Iran

Kapal-kapal dagang sedang berlabuh di pelabuhan.
ilustrasi pelabuhan (pexels.com/Wolfgang Weiser)

Sejak April lalu, AS telah memblokade semua pelabuhan dan kapal Iran di Selat Hormuz. Praktik ini membuat kapal dagang dan kapal minyak dari Iran tidak bisa berlayar dari dan ke salah satu jalur perdagangan strategis global tersebut. 

Namun, AS kini bersedia menghentikan blokade pelabuhan dan kapal Iran di Selat Hormuz. Kesediaan ini juga tertuang dalam MoU perdamaian yang sudah disepakati kedua negara. Kesepakatan ini membuat semua kapal Iran, baik kapal dagang maupun kapal minyak bisa kembali berlayar di Selat Hormuz dengan bebas. 

6. Iran bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh

Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/MODIS Land Rapid Response Team)

Sebagai balasan atas sejumlah kompromi yang sudah diberikan AS, Iran kini bersedia membuka Selat Hormuz secara penuh. Meski begitu, AS tetap mengizinkan Iran untuk mengontrol selat tersebut secara penuh.

Pekan lalu, Iran memutuskan untuk kembali menutup Selat Hormuz secara penuh. Kala itu, keputusan ini diambil oleh Iran sebagai balasan atas serangan AS. Sebab, selama pekan lalu, AS mulai kembali menyerang Iran. Padahal, gencatan senjata kedua negara kala itu masih berlaku. 

7. Iran bersedia membatasi produksi uranium

Uranium yang sudah diperkaya.
potret uranium (commons.wikimedia.org/United States Department of Energy)

Selain itu, Iran bersedia untuk membatasi produksi uraniumnya. Ini merupakan salah satu syarat perdamaian utama yang diberikan AS ke Iran. Sebab, AS tidak ingin Iran punya banyak uranium untuk mengembangkan senjata nuklir.

Sebagai informasi, Iran saat ini diyakini memiliki cadangan uranium sebesar 970 pound atau 440 kilogram. Dilansir Al Jazeera, jumlah ini setara dengan 60 persen dari total kebutuhan uranium untuk membuat senjata nuklir. Semua uranium tersebut dikabarkan terkubur di bawah tanah imbas serangan AS dan Israel ke Iran pada 2025.    

8. Iran bersedia menghentikan program senjata nuklir

Senjata nuklir.
ilustrasi senjata nuklir (unsplash.com/Sergey Koznov)

Terakhir, Iran juga bersedia menghentikan program pengembangan senjata nuklirnya. Iran mengatakan akan menghormati aturan Nuclear Non-Proliferation Treaty yang melarang negara di dunia untuk memproduksi senjata nuklir. 

Kesepakatan ini merupakan hal yang paling ditunggu-tunggu oleh AS. Sebab, Negeri Paman Sam merupakan pihak yang paling vokal menentang program pengembangan senjata nuklir Iran. AS tidak ingin Iran punya senjata nuklir karena bisa menjadi ancaman global. 

Sebetulnya, MoU kesepakatan damai antara AS dan Iran tadi berisi 14 poin. Namun, sejauh ini, yang tersebar di media baru beberapa poin saja. AS dan Iran dikabarkan belum mau merilis MoU perdamaian ke publik sebelum mereka menandatanganinya. Dilansir Al Jazeera, AS dan Iran akan menandatangani MoU tersebut di Swiss pada Jumat (19/6/2026) mendatang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina

Related Articles

See More