Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Paling Dinanti! Kesepakatan Damai AS-Iran Diteken 19 Juni di Swiss

Paling Dinanti! Kesepakatan Damai AS-Iran Diteken 19 Juni di Swiss
ilustrasi peta negara Iran (pixabay.com/Pavellllllll)
Intinya Sih
Gini Kak
Sisi Positif
  • Amerika Serikat dan Iran sepakat mengakhiri konflik panjang, dengan penandatanganan resmi kesepakatan damai dijadwalkan pada 19 Juni 2026 di Swiss.
  • Presiden AS Donald Trump dan pejabat Iran telah mengonfirmasi kesepakatan ini, namun implementasinya baru dimulai setelah dokumen resmi ditandatangani.
  • Pakistan berperan penting sebagai mediator utama bersama Qatar dalam memfasilitasi negosiasi hingga tercapai kesepakatan damai antara kedua negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan Amerika Serikat (AS) dan Iran telah mencapai kesepakatan damai untuk mengakhiri konflik yang berlangsung selama berbulan-bulan. Kesepakatan tersebut dijadwalkan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6/2026).

Pengumuman itu disampaikan Sharif melalui akun X pada Senin (15/6/2026). Pakistan diketahui menjadi salah satu mediator utama dalam proses negosiasi antara Washington dan Teheran bersama Qatar.

Sharif menyebut kesepakatan tercapai setelah serangkaian perundingan intensif yang melibatkan kedua negara. Menurut dia, AS dan Iran telah sepakat menghentikan seluruh operasi militer yang masih berlangsung.

“Setelah perundingan intensif, kami dengan senang hati mengumumkan bahwa Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran telah TERCAPAI,” tulis Sharif, dikutip dari Anadolu.

Ia menambahkan, kedua pihak telah menyetujui penghentian operasi militer secara permanen.

“Kedua belah pihak telah menyatakan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon,” ujar Sharif.

1. Penandatanganan dijadwalkan di Swiss

ilustrasi bendera Swiss (pexels.com/Stephen Leonardi)
ilustrasi bendera Swiss (pexels.com/Stephen Leonardi)

Sharif mengatakan upacara penandatanganan resmi akan digelar di Swiss pada Jumat, 19 Juni mendatang. Sebelum penandatanganan berlangsung, para mediator akan memfasilitasi sejumlah pertemuan untuk membahas tahapan implementasi kesepakatan tersebut.

“Upacara penandatanganan resmi akan dilaksanakan pada Jumat, 19 Juni di Swiss,” kata Sharif.

Ia menjelaskan diskusi praimplementasi akan dilakukan dalam beberapa hari ke depan untuk mempersiapkan pembahasan teknis sebelum kesepakatan diberlakukan.

“Dengan adanya kesepakatan ini, para mediator akan memfasilitasi serangkaian pertemuan pekan ini. Diskusi praimplementasi ini akan menjadi landasan bagi pembicaraan teknis dan upacara penandatanganan resmi,” lanjutnya.

Sharif juga menyampaikan apresiasi kepada Qatar, Arab Saudi, dan Turki yang disebut turut berkontribusi dalam proses diplomasi tersebut.

2. Iran tunggu penandatanganan resmi

Bendera Iran sedang berkibar.
potret bendera Iran (unsplash.com/mostafa meraji)

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump lebih dulu mengumumkan terobosan dalam perundingan damai melalui platform Truth Social pada Minggu malam waktu setempat. Pengumuman itu langsung mendapat perhatian pasar global dan membantu meredakan kekhawatiran terkait pasokan energi dunia yang sempat terganggu akibat konflik.

Meski demikian, rincian lengkap kesepakatan damai tersebut belum dipublikasikan kepada publik.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi juga mengonfirmasi adanya kesepakatan tersebut melalui televisi pemerintah Iran.

Namun, Teheran menegaskan implementasi perjanjian baru akan dimulai setelah dokumen resmi ditandatangani pada 19 Juni.

3. Pakistan berperan sebagai mediator

Ilustrasi Bendera Pakistan (freepik.com/user5742774)
Ilustrasi Bendera Pakistan (freepik.com/user5742774)

Pakistan disebut memainkan peran penting dalam membuka jalur komunikasi antara AS dan Iran selama proses negosiasi berlangsung. Menurut sejumlah pejabat yang mengetahui proses tersebut, Pakistan dan Qatar sebelumnya juga membantu memediasi gencatan senjata selama dua pekan yang mulai berlaku pada 8 April lalu.

Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang untuk memberi ruang bagi kedua negara melanjutkan perundingan menuju kesepakatan final.

Ketua Partai Rakyat Pakistan sekaligus mantan Menteri Luar Negeri Pakistan Bilawal Bhutto Zardari menyambut baik perkembangan tersebut.

“Saya menyambut dengan hangat tercapainya Kesepakatan Damai antara Amerika Serikat dan Republik Islam Iran, sebuah langkah awal yang penting untuk mengurangi ketegangan dan memajukan perdamaian melalui dialog,” katanya.

Ia juga memuji peran pemerintah Pakistan dalam mendukung proses diplomasi tersebut.

Konflik antara AS dan Iran pecah setelah AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari 2026. Konflik tersebut menewaskan sejumlah pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Ali Larijani, Komandan Garda Revolusi Mohammad Pakpour, serta Menteri Pertahanan Aziz Nasirzadeh.

Sejak itu, kawasan Timur Tengah mengalami peningkatan ketegangan yang memicu kekhawatiran global terhadap stabilitas keamanan dan pasokan energi dunia. Penandatanganan kesepakatan pada 19 Juni mendatang diharapkan menjadi langkah awal menuju berakhirnya konflik tersebut.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwifantya Aquina
EditorDwifantya Aquina

Related Articles

See More