Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pakistan: Perdamaian Iran-AS Kunci Stabilitas Global
Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
  • Pakistan menegaskan perannya sebagai mediator konflik Iran-AS tidak bertentangan dengan keamanan nasional, karena stabilitas di kawasan menjadi kepentingan utama bagi Islamabad.
  • Duta Besar Zahid Hafeez Chaudhri menekankan diplomasi sebagai jalan terbaik menyelesaikan konflik, dengan harapan perdamaian berkelanjutan tercapai tanpa perlu kekuatan militer.
  • Konflik di Timur Tengah dinilai mengganggu ekonomi global, sehingga Pakistan menyoroti pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz demi menjaga stabilitas energi dan perdagangan internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pakistan mau bantu supaya Iran dan Amerika tidak berkelahi. Kata Pak Zahid, mereka ingin semua bicara baik-baik supaya damai. Pakistan punya batas dengan Iran tapi tetap tenang di sana. Mereka bilang kalau perang bikin dunia susah, harga barang naik, dan kapal susah lewat. Sekarang mereka terus ajak semua negara ngobrol biar damai cepat datang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menegaskan peran Pakistan sebagai mediator dalam konflik Amerika Serikat (bAS) dan Iran tidak bertentangan dengan kepentingan keamanan negaranya, meski Pakistan berbatasan langsung dengan Iran.

Menurut Zahid, Pakistan memiliki kepentingan untuk menjaga stabilitas di kawasan, termasuk memastikan situasi di Iran tetap kondusif. Namun, kepentingan tersebut tidak menghalangi Islamabad untuk mengambil peran aktif dalam mendorong dialog antara kedua negara.

Ia mengatakan Pakistan percaya penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui diplomasi. Karena itu, negaranya berupaya mempertemukan berbagai pihak agar ketegangan yang terjadi tidak berkembang menjadi konflik yang lebih luas.

Zahid menambahkan, berakhirnya perang tidak hanya penting bagi kawasan Timur Tengah, tetapi juga bagi stabilitas ekonomi dunia. Konflik yang berkepanjangan dinilai telah memengaruhi harga energi, ketahanan pangan, hingga jalur perdagangan internasional.

1. Pakistan ungkap keamanan perbatasan dan mediasi berjalan beriringan

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana Pakistan menyeimbangkan keamanan di wilayah perbatasannya dengan Iran sekaligus menjalankan peran sebagai mediator, Zahid menegaskan kedua hal tersebut bukanlah sesuatu yang saling bertentangan.

“Saya pikir kedua hal itu berdiri sendiri. Keduanya tidak benar-benar saling bertentangan,” kata Zahid dalam sesi tanya jawab di Jakarta, Jumat (26/6/2026).

Ia menjelaskan Pakistan memang memiliki perbatasan darat yang panjang dengan Iran. Namun, hubungan di kawasan perbatasan tersebut selama ini berjalan dengan damai sehingga tidak menjadi penghalang bagi Pakistan untuk berperan dalam proses diplomasi.

“Ya, kami memiliki perbatasan yang panjang dengan Iran. Itu adalah perbatasan yang damai. Tentu saja kami memiliki kepentingan yang nyata terhadap perdamaian di Iran,” ujarnya.

Menurut dia, stabilitas di negara tetangga merupakan kepentingan nasional Pakistan. Karena itu, Islamabad memiliki dorongan yang kuat untuk memastikan konflik tidak semakin meluas dan berdampak pada keamanan kawasan.

2. Pakistan dorong penyelesaian lewat diplomasi

ilustrasi bendera pakistan (pexels.com/Muhammad Khawar Nazir)

Zahid mengatakan, Pakistan tetap memilih jalur diplomasi sebagai cara terbaik menyelesaikan konflik. Ia menilai perang tidak akan memberikan solusi jangka panjang, sementara dialog membuka peluang bagi terciptanya perdamaian yang berkelanjutan.

“Terlepas dari itu, kami ingin memainkan peran sebagai mediator demi perdamaian di kawasan dan kami percaya bahwa mengakhiri perang ini penting untuk menjaga perdamaian di kawasan,” katanya.

Ia menambahkan konflik kali ini memiliki dampak yang jauh lebih luas dibandingkan sekadar persoalan keamanan regional. Ketegangan yang terjadi telah memengaruhi berbagai sektor strategis yang dirasakan oleh banyak negara.

Karena itu, Pakistan terus mendukung proses negosiasi yang melibatkan berbagai negara di kawasan maupun pihak-pihak yang bertikai agar penyelesaian dapat dicapai melalui jalur damai.

Menurut Zahid, keberhasilan diplomasi akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibandingkan penyelesaian melalui kekuatan militer karena dapat menciptakan stabilitas yang lebih berkelanjutan.

3. Selat Hormuz dinilai penting bagi ketahanan energi dunia

potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Selain aspek keamanan, Zahid menyoroti besarnya dampak ekonomi akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah. Menurutnya, perang telah mengganggu stabilitas ekonomi kawasan sekaligus memengaruhi perekonomian global.

“Hal ini penting bagi stabilitas ekonomi kawasan, bagi ketahanan pangan kawasan, bukan hanya kawasan tetapi juga seluruh dunia, serta bagi keamanan energi di kawasan dan di luar kawasan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia. Menurutnya, kelancaran aktivitas di jalur tersebut menjadi faktor penting bagi stabilitas pasar energi internasional.

“Berakhirnya perang dan dibukanya kembali Selat Hormuz, saya pikir itu sangat penting,” kata Zahid.

Ia berharap berbagai upaya diplomasi yang tengah berlangsung dapat menghasilkan penyelesaian permanen sehingga stabilitas kawasan dapat segera pulih, rantai pasok energi kembali berjalan normal, dan tekanan terhadap ekonomi global dapat berangsur mereda.

Editorial Team

Related Article