Jakarta, IDN Times - Parlemen Hungaria menyetujui amandemen konstitusi yang mencopot Presiden Tamas Sulyok dari jabatannya pada Senin (13/7/2026). Langkah tersebut menjadi upaya terbaru pemerintahan Perdana Menteri Peter Magyar untuk membongkar pengaruh tokoh-tokoh yang berafiliasi dengan mantan Perdana Menteri Viktor Orban.
Dilansir Al Jazeera, amandemen tersebut disahkan dengan 139 suara mendukung dan 6 suara menolak. Keputusan tersebut akan segera mengakhiri masa jabatan Sulyok serta membuka jalan bagi parlemen untuk memilih presiden baru.
Perubahan politik itu terjadi setelah koalisi nasionalis sayap kanan Fidesz yang dipimpin Orban kalah telak dalam pemilu April lalu. Kemenangan Partai Tisza pimpinan Magyar secara resmi mengakhiri 16 tahun kekuasaan Fidesz yang selama ini mendominasi berbagai lembaga negara di Hungaria.
Berdasarkan amandemen pada Senin, Sulyok memiliki waktu lima hari untuk menandatangani perubahan konstitusi. Magyar mengatakan parlemen akan memulai proses pemakzulan apabila Sulyok menolak mengesahkannya
