Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

PBB Tuduh Hamas Ganggu Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

PBB Tuduh Hamas Ganggu Pengiriman Bantuan Kemanusiaan ke Gaza
potret logo PBB (unsplash.com/padrinan)
Intinya Sih
  • PBB menuduh Hamas mengganggu pengiriman bantuan kemanusiaan ke Gaza, termasuk menyerang truk milik WFP yang membawa makanan untuk warga Palestina.
  • Hamas membantah tuduhan tersebut dan menyebut pencegatan truk dilakukan untuk mencegah penyelundupan rokok serta ponsel ilegal ke wilayah Gaza.
  • Hamas menegaskan bahwa tindakan pencegatan dilakukan di bawah pengawasan polisi sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah menjaga netralitas operasi kemanusiaan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menuduh milisi Hamas telah mengganggu pengiriman bantuan kemanusiaan ke Jalur Gaza, Palestina. Hal ini akhirnya membuat krisis kemanusiaan di wilayah tersebut makin parah. Banyak warga di Gaza yang mengalami kelaparan dan sakit serius. Namun, pasokan bantuan untuk mereka malah terhambat karena Hamas. 

"Insiden-insiden ini bukanlah kejadian terisolasi. Kejadian-kejadian ini sama sekali tidak dapat diterima dan mencerminkan pola intimidasi, kekerasan, dan penghambatan yang semakin berbahaya, termasuk upaya penyelundupan, penargetan, dan penyalahgunaan operasi kemanusiaan," ungkap Wakil Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah, Ramiz Alakbarov, dalam pernyataannya pada Minggu (12/7/2026), seperti dilansir Jerusalem Post.

1. Hamas disebut menyerang truk bantuan kemanusiaan milik WFP

Truk sedang mengangkut banyak barang.
ilustrasi truk penyalur bantuan kemanusiaan (pexels.com/Jonathan David)

Tuduhan ini dilontarkan PBB ke Hamas berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada Sabtu (11/7/2026) pekan lalu. Kala itu, PBB mengatakan bahwa pasukan Hamas telah mencegat dan menyerang truk milik Program Pangan Dunia (WFP). Padahal, truk tersebut akan mengirim bantuan makanan untuk warga Palestina di yang ada di Gaza.

"Mereka membahayakan para pekerja kemanusiaan, mengganggu penyampaian bantuan yang menyelamatkan nyawa, dan semakin membatasi kemampuan organisasi kemanusiaan untuk beroperasi pada saat warga sipil di seluruh Gaza terus menghadapi kondisi kemanusiaan yang sangat berat dan mendesak," lanjut Alakbarov.

2. Hamas membantah tuduhan PBB soal gangguan pengiriman bantuan ke Gaza

Bantuan kemanusiaan.
ilustrasi bantuan kemanusiaan (pexels.com/RDNE Stock project)

Namun, semua tuduhan PBB tadi langsung dibantah oleh Hamas. Dalam pernyataannya, Hamas menjelaskan, pencegatan truk WFP pada pekan lalu merupakan tindakan yang legal. Sebab, tindakan tersebut bukan bertujuan untuk hal negatif, melainkan untuk mencegah upaya penyelundupan barang ilegal menuju Gaza. 

Hamas menambahkan, sebelum truk WFP datang, mereka mendapatkan informasi intelijen bahwa ada kendaraan yang akan menyelundupkan rokok dan ponsel ilegal ke Gaza. Oleh karena itu, pasukan Hamas langsung melakukan pencegahan dengan mencegat truk WFP yang sedang menuju ke sana. Sebab, mereka khawatir ada rokok dan ponsel ilegal yang akan diselundupkan melalui truk tersebut. 

"Insiden di pusat distribusi makanan Program Pangan Dunia (WFP) di daerah Abu Rashid di Kamp Pengungsi Jabalia bukanlah penggerebekan, serangan, atau penghalangan terhadap pekerjaan kemanusiaan, seperti yang diklaim secara keliru (oleh PBB)," bunyi pernyataan Hamas pada Senin (13/7/2026).

3. Hamas sebut ada intervensi polisi dalam pencegatan truk WFP

Polisi sedang bertugas di lapangan.
ilustrasi polisi (pexels.com/Bob Jenkin)

Menurut Hamas, saat mereka melakukan pencegatan truk WFP yang akan menuju ke Gaza, polisi juga berada di sana untuk melakukan pengawasan. Jadi, pencegatan tersebut tidak melanggar aturan karena sudah diawasi oleh pihak berwenang. 

“Intervensi polisi dalam insiden ini merupakan tindakan pemerintah yang bertanggung jawab yang pada dasarnya bertujuan untuk menjaga independensi, integritas, dan netralitas aksi kemanusiaan,” tambah Hamas dilansir Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More