Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasukan Israel Sita Pusat Pelatihan UNRWA di Yerusalem Timur
salah satu fasilitas UNRWA Tepi Barat, Palestina (Pierre Marshall, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)
  • Pasukan Israel menyita Pusat Pelatihan Qalandiya milik UNRWA di Kafr Aqab, Yerusalem Timur, mengusir sekitar 20 staf dan melukai lima warga Palestina dalam bentrokan.
  • Israel menyatakan operasi berlandaskan undang-undang 2024 yang melarang aktivitas UNRWA, menuduh lembaga itu disusupi Hamas, serta merencanakan kompleks fasilitas publik di lokasi.
  • PBB mengecam penyitaan sebagai pelanggaran kekebalan fasilitas PBB dan hukum internasional, karena menghentikan akses pelatihan vokasi bagi sekitar 340 pengungsi Palestina setiap tahun.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pasukan Israel menyita pusat pelatihan vokasi milik Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) di kawasan Kafr Aqab, Yerusalem Timur, pada Selasa (25/8/2026). Pengambilalihan paksa ini dilakukan untuk menegakkan undang-undang baru Israel yang melarang operasional badan kemanusiaan PBB tersebut.

Operasi tersebut memicu kecaman dari PBB dan pihak Palestina karena dinilai melanggar hukum internasional. Di sisi lain, pemerintah Israel berencana merombak lokasi tersebut menjadi kompleks fasilitas publik milik pemerintah kota.

1. Kronologi penggerebekan pusat pelatihan UNRWA

Tentara Israel di Tepi Barat (wikimedia/IDF Spokesperson's Unit)

Operasi penyitaan fasilitas UNRWA dimulai pada Selasa pagi sekitar pukul 10.00 waktu setempat. Sebelum menerobos ke dalam gedung, aparat keamanan Israel memblokade pos pemeriksaan utama Qalandiya yang menghubungkan Yerusalem Timur dengan wilayah Tepi Barat.

Sedikitnya empat kendaraan lapis baja dan lebih dari 50 personel keamanan bersenjata dikerahkan untuk mengepung Pusat Pelatihan Qalandiya. Aparat kemudian mengusir sekitar 20 staf UNRWA yang sedang bertugas dan melarang mereka untuk kembali ke lokasi.

Setelah menguasai seluruh bangunan, pasukan Israel mengibarkan bendera nasional mereka di halaman gedung. Bentrokan sempat terjadi di sekitar lokasi dan area kamp pengungsi Qalandiya, yang mengakibatkan lima warga Palestina terluka akibat tembakan aparat.

Pusat Pelatihan Qalandiya merupakan fasilitas kejuruan tertua UNRWA yang telah beroperasi sejak 1952. Lembaga pendidikan ini menyediakan pelatihan vokasi gratis untuk sekitar 340 pemuda pengungsi Palestina setiap tahunnya.

2. Israel tuduh UNRWA disusupi kelompok Hamas

PM Israel Benjamin Netanyahu (U.S. Department of State from United States, Public domain, via Wikimedia Commons)

Pemerintah Israel menegaskan bahwa penyitaan ini mengacu pada undang-undang yang disahkan parlemen Knesset pada Oktober 2024. Regulasi tersebut melarang seluruh aktivitas UNRWA di wilayah yang diklaim berada di bawah yurisdiksi Israel.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu menuduh UNRWA disusupi kelompok Hamas dan sejumlah pekerjanya terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023. Netanyahu menegaskan bahwa pemerintahannya akan menggunakan segala cara untuk menghentikan operasional lembaga tersebut.

"Pasukan besar Kepolisian Israel bekerja sama dengan otoritas terkait untuk menerapkan hukum dan mengeluarkan UNRWA dari area ini," kata Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben Gvir, dilansir The Times of Israel.

Kementerian Luar Negeri Israel mengklaim lahan tersebut adalah milik Jewish National Fund sejak 1937 dan menuduh UNRWA tidak berhak menempatinya. Pemerintah Kota Yerusalem (Israel) berencana membangun kompleks baru di area tersebut yang mencakup sekolah, masjid, fasilitas olahraga, dan pusat layanan kesehatan.

3. Fasilitas PBB seharusnya dilindungi negara anggota

bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Makaristos, Public domain, via Wikimedia Commons)

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengecam langkah Israel dan menegaskan fasilitas UNRWA memiliki kekebalan hukum berdasarkan Konvensi Hak Istimewa dan Kekebalan PBB 1946. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyatakan tindakan penyitaan tersebut melanggar kewajiban Israel sebagai negara anggota.

"Saya mengecam keras masuknya aparat tanpa izin dan penyitaan tidak sah oleh otoritas Israel terhadap fasilitas PBB yang dikelola UNRWA. Penyitaan ini merampas pendidikan 340 pengungsi Palestina dari Tepi Barat, dan ribuan lainnya di tahun-tahun yang akan datang," tutur Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Ramiz Alakbarov, dilansir i24NEWS.

Penyitaan di Kafr Aqab menambah daftar tindakan sepihak Israel terhadap aset PBB di Yerusalem Timur. Pada Januari lalu, aparat Israel juga telah menghancurkan kompleks markas besar UNRWA di Sheikh Jarrah untuk diubah menjadi kantor Kementerian Pertahanan dan museum militer.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article