Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pekerja Argentina Mogok Kerja Massal, Protes RUU
suasana Monumen Obelisk di Buenos Aires, Argentina (unsplash.com/nestorbarbitta)
  • Serikat pekerja Argentina, CGT, menggelar mogok kerja nasional 24 jam sebagai protes terhadap RUU Tenaga Kerja yang disetujui Senat dan diusung Presiden Javier Milei.
  • Aksi ini menghentikan sebagian besar aktivitas ekonomi, termasuk transportasi umum Buenos Aires dan penerbangan Aerolineas Argentinas yang membatalkan 255 jadwal dengan ribuan penumpang terdampak.
  • Ribuan warga juga turun ke jalan menolak RUU tersebut di depan Parlemen Argentina, memicu bentrokan dengan polisi dan berujung pada sejumlah penangkapan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Persatuan pekerja, General Confederation of Labor (CGT) menggelar aksi mogok kerja massal di Argentina selama 24 jam. Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes kebijakan reformasi Undang-Undang (UU) Tenaga Kerja. 

“Mogok kerja ini sudah diobservasi dan menunjukkan bahwa lebih dari 90 persen aktivitas terhenti dan punya dampak besar,” ungkap Sekretaris Jenderal CGT, Jorge Sola, dikutip dari Buenos Aires Herald, Sabtu (21/2/2026).

Pekan lalu, Senat Argentina telah menyetujui RUU Tenaga Kerja yang diusung oleh Presiden Argentina, Javier Milei. Keputusan ini menjadi perubahan sejarah besar di Argentina yang memiliki persatuan pekerja kuat. 

1. Sistem transportasi umum di Buenos Aires berhenti sementara

Menyusul kebijakan ini, sistem transportasi umum di ibu kota Buenos Aires terhenti sementara waktu sejak Kamis (19/2/2026) dini hari. Para pekerja di sektor transportasi ikut dalam aksi mogok kerja kali ini. 

Dilansir Mercopress, pekerja di sektor administrasi publik dan perbankan juga ikut mogok kerja. Meskipun demikian, layanan digital administrasi masih terus beroperasi untuk memberikan layanan kepada masyarakat. 

Aksi ini dilakukan untuk mendesak perubahan RUU dan pembukaan sesi untuk memberikan suara dari publik. CGT menyebut RUU tersebut bukan untuk memodernisasi sistem, tapi membuatnya lebih buruk bagi pekerja. 

Sebagai informasi, rancangan kebijakan ini dinilai kontroversial karena memperbolehkan bekerja hingga 12 jam dalam sehari, tapi tidak wajib. RUU ini disebut untuk meningkatkan produktivitas dan mendorong penyerapan tenaga kerja formal.

2. Aerolineas Argentinas batalkan ratusan penerbangan

Mogok kerja juga dilakukan oleh pekerja di sektor penerbangan di Argentina. Alhasil, maskapai utama Argentina, Aerolineas Argentinas terpaksa membatalkan 255 penerbangan domestik dan internasional dalam 24 jam. 

Pembatalan ini membuat lebih dari 31 ribu penumpang terdampak dan menimbulkan kerugian yang mencapai 3 juta dolar AS (Rp50,6 miliar). Pihak maskapai sudah mengatasi masalah ini dengan mengubah jadwal penerbangan kepada penumpang. 

3. Warga Argentina lanjutkan demonstrasi tolak RUU Tenaga Kerja

Pada hari yang sama, ribuan warga kembali menggelar demonstrasi menolak RUU Tenaga Kerja di depan Kantor Parlemen Argentina. Namun, terjadi kerusuhan dalam demonstrasi tersebut antara demonstran dan polisi. 

Dilansir Buenos Aires Times, demonstrasi awalnya berlangsung secara damai pada siang hari. Para demonstran sudah mundur ketika ada sejumlah orang yang melempar botol ke arah polisi dan dibalas dengan semprotan gas air mata dan meriam air. 

Kementerian Keamanan Argentina melaporkan bahwa polisi sudah menangkap 12 orang. Sebelumnya, sudah ada demonstrasi besar untuk menolak kebijakan ini dan berujung penangkapan 30 orang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team