Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Wilayah Pendudukan Palestina, Francesca Albanese saat jumpa pers di Jakarta (21/10/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Albanese mengatakan Indonesia secara historis memiliki posisi kuat dalam memperjuangkan Palestina. Menurutnya, sikap tersebut tidak hanya terlihat melalui posisi Indonesia sebagai bagian dari Gerakan Non-Blok, tetapi juga bersama Malaysia di kawasan Asia Tenggara.
Ia berharap Indonesia tetap mempertahankan sikap tersebut dalam menghadapi persoalan Palestina, termasuk dalam keanggotaannya di Board of Peace.
"Apa yang saya ketahui adalah bahwa secara historis, Indonesia merupakan salah satu negara—bukan hanya sebagai bagian dari Gerakan Non-Blok, tetapi juga di kawasan ini bersama Malaysia—yang selalu mendampingi dan memimpin posisi yang sangat berprinsip mengenai Palestina, sejalan dengan kehendak sebagian besar rakyat Indonesia," ujarnya.
Albanese mengakui sejumlah negara dapat bergabung dalam Board of Peace dengan niat baik. Namun, ia mengingatkan niat tersebut tidak otomatis membuat sebuah kebijakan sejalan dengan hukum internasional.
"Saya memahami, saya tahu saya belum berinteraksi langsung dengan pemerintah Indonesia, tetapi dari pemerintah lain yang selama ini selalu memiliki posisi kuat dalam mendukung isu Palestina, saya tahu ada negara-negara yang duduk di Board of Peace bukan dengan niat buruk. Namun Anda sekalian juga tahu bahwa jalan menuju neraka sering kali beralaskan niat baik," kata dia.
Karena itu, Albanese meminta pemerintah Indonesia tetap berpedoman pada hukum internasional dalam mengambil sikap terkait Palestina.
"Oleh karena itu, saya berpandangan bahwa Board of Peace tidak akan menjadi sarana untuk mewujudkan hak penentuan nasib sendiri rakyat Palestina. Dan karena itu, saya mendorong pemerintah untuk berpedoman pada hukum internasional, untuk terus dipandu oleh hukum internasional secara menyeluruh," tuturnya.