Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BOP: Israel Bakal Tarik Pasukan jika Senjata Hamas Dilucuti

BOP: Israel Bakal Tarik Pasukan jika Senjata Hamas Dilucuti
Presiden Prabowo Subianto menandatangani piagam Board of Peace (BPMI Setpres/Muchlis Jr)
Intinya Sih
  • Dewan Perdamaian bentukan Donald Trump menegaskan Israel baru menarik pasukan dari luar Yellow Line setelah Hamas menyelesaikan pelucutan seluruh senjata.
  • Israel menolak rancangan awal Dewan Perdamaian karena dinilai tidak mencerminkan posisinya; pemerintah menuntut demiliterisasi Hamas yang nyata, terverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan.
  • Meski ada pemahaman bersama BOP dan Israel, konflik berlanjut: serangan Israel di barat Kota Gaza menewaskan dua warga Palestina, menurut otoritas pertahanan sipil Gaza.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BOP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menegaskan penarikan pasukan Israel dari Jalur Gaza baru akan dimulai setelah Hamas menyelesaikan proses pelucutan senjata secara penuh.

Penegasan tersebut disampaikan pada Senin (3/8/2026), setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan keberatan terhadap rancangan awal kesepakatan yang sebelumnya dipublikasikan Dewan Perdamaian.

Israel menilai dokumen yang dirilis pekan lalu tidak mencerminkan posisi resmi pemerintahnya karena memuat rencana penarikan pasukan secara bertahap dan penghentian segera serangan militer di Gaza.

Setelah melakukan pembahasan dengan Netanyahu, Perwakilan Tinggi Dewan Perdamaian untuk Gaza Nickolay Mladenov menyatakan kedua pihak telah mencapai pemahaman bersama mengenai tujuan pelaksanaan rencana tersebut.

1. Penarikan Israel tunggu pelucutan senjata Hamas

pasukan Israel di Sungai Litani, Lebanon
pasukan Israel di Sungai Litani, Lebanon (wikimedia/ / IDF Spokesperson's Unit)

Dalam pernyataannya di media sosial X, Dewan Perdamaian menyebut penarikan pasukan Israel hanya akan dilakukan setelah Hamas memenuhi komitmennya untuk melucuti seluruh persenjataannya.

“Penarikan Israel di luar Yellow Line hanya akan dilakukan setelah proses pelucutan senjata selesai, sebagaimana telah dikomitmenkan Hamas kepada para mediator,” kata dewan tersebut, dikutip dari France24, Selasa (4/8/2026).

Yellow Line merupakan batas wilayah yang masih berada di bawah kendali Hamas.

Dewan Perdamaian menyatakan telah mencapai pemahaman bersama mengenai tujuan yang sama dengan pemerintah Israel setelah pertemuan Mladenov dan Netanyahu.

Meski nantinya dilakukan penarikan pasukan, Israel disebut tetap akan mempertahankan kendali atas sebagian wilayah Gaza sebagaimana diatur dalam gencatan senjata yang diprakarsai Presiden Donald Trump pada Oktober lalu.

2. Israel nilai dokumen tak sesuai posisinya

AFP__20260219__988948Y__v1__HighRes__UsPoliticsDiplomacyTrump.jpg
Pada Kamis (19/2/2026), Donald Trump mengumpulkan para sekutu untuk meresmikan Board of Peace yang berfokus pada perkembangan situasi di Gaza, namun dengan ambisi yang jauh lebih luas. Sekitar dua lusin pemimpin dunia dan pejabat tinggi hadir di Washington, termasuk sejumlah pemimpin yang dikenal dekat dengan gaya kepemimpinan otoriter. Sementara hampir tidak ada negara demokrasi Eropa yang biasanya mendukung inisiatif Amerika Serikat ikut bergabung. (Foto: AFP/Saul Loeb).

Sebelumnya, pemerintah Israel menyampaikan keberatan terhadap dokumen yang dirilis Dewan Perdamaian pada Kamis lalu. Juru bicara Kantor Perdana Menteri Israel Doron Spielman mengatakan pemerintah telah menyampaikan komentar dan kekhawatirannya kepada Amerika Serikat.

“Israel telah menyampaikan komentar dan kekhawatirannya mengenai kerangka yang diusulkan kepada mitra kami dari Amerika. Versi yang dipublikasikan tidak mencerminkan posisi Israel,” ujar Spielman.

Ia mengatakan, Hamas masih menunjukkan niat melanjutkan serangan terhadap Israel meski telah tercapai gencatan senjata.

Karena itu, menurutnya, pelucutan senjata Hamas menjadi syarat utama bagi terciptanya penyelesaian jangka panjang.

“Langkah pertama yang mutlak untuk setiap penyelesaian jangka panjang adalah demiliterisasi Hamas yang nyata, dapat diverifikasi, dan tidak dapat dibatalkan,” bebernya.

3. Perbedaan sikap dan serangan yang masih berlanjut

ilustrasi kondisi Gaza
ilustrasi kondisi Gaza (unsplash.com/Emad El Byed)

Di tengah pembahasan mengenai kesepakatan tersebut, Presiden Israel Isaac Herzog menyambut positif perkembangan yang dicapai.

“Ini merupakan langkah yang sangat positif dengan syarat yang jelas bahwa Hamas harus dilucuti,” ujar Herzog.

Sementara itu, tokoh politik Palestina Mohammad Dahlan menilai masih terdapat hambatan dalam implementasi rencana tersebut.

“Netanyahu bekerja untuk menghambat peluang paling menjanjikan untuk mulai mengakhiri perang ini,” ucapnya.

Di lapangan, konflik masih berlangsung. Otoritas pertahanan sipil Gaza melaporkan serangan Israel terhadap sebuah kendaraan di wilayah barat Kota Gaza pada Senin malam menewaskan dua warga Palestina dan melukai beberapa lainnya. Militer Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan dua militan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More