protes di Tel Aviv, Israel pada 2024 (עמיעד סלטון Amiad Salton, Public domain, via Wikimedia Commons)
Pemilu bulan Oktober nanti akan menjadi semacam referendum bagi rekam jejak kepemimpinan Netanyahu. Banyak warga Israel merasa tidak puas dengan penanganan perang di Gaza, Lebanon, dan Iran.
Sang PM dituduh lepas tangan atas berbagai kegagalan keamanan negara. Kegagalan berlapis tersebut dinilai berujung pada serangan kelompok Hamas pada 7 Oktober 2023.
Isu domestik yang memanas juga akan mendominasi perdebatan pemilu mendatang. Salah satunya adalah ketegangan terkait rancangan undang-undang wajib militer bagi warga ultra-Ortodoks.
Mahkamah Agung Israel sebelumnya memutuskan bahwa pengecualian wajib militer bagi kelompok tersebut melanggar hukum. Namun, beberapa sekutu koalisi sayap kanan justru menuntut pemerintah mengembalikan perlindungan itu.
"Pada 27 Oktober, kita akan menang. Kita akan mengganti pemerintahan pembantaian 7 Oktober dan membentuk pemerintahan Zionis," tutur Lieberman, dilansir The Jerusalem Post.