Israel Ancam Caplok Lebih Banyak Wilayah di Lebanon Selatan

- Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengancam mencaplok wilayah tambahan di Lebanon selatan jika Hizbullah membantu Iran menyerang Israel.
- Katz menyatakan IDF menyiapkan serangan baru ke Beirut dan meminta warga Lebanon di wilayah selatan kota itu mengungsi.
- Israel terus menyerang Lebanon selatan sampai Hizbullah menyerah serta melucuti senjata; serangan terbaru menargetkan terowongan dan menyita persenjataan Hizbullah.
Jakarta, IDN Times - Pemerintah Israel mengancam akan mengambil alih lebih banyak wilayah yang ada di Lebanon selatan jika Hizbullah terus membantu Iran untuk menyerang mereka. Ancaman tersebut disampaikan oleh Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Rabu (14/10/2026).
Selain itu, Katz juga mengancam akan mengusir semua warga Lebanon yang tinggal di Kota Beirut selatan dan akan mengambil alih wilayah tersebut. Sebab, ia mengatakan, Tel Aviv juga punya niat untuk mengambil alih Beirut dari tangan Lebanon.
1. Hizbullah disebut sedang merencanakan serangan baru ke Israel

potret Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (commons.wikimedia.org/Hamed Malekpor) Ancaman tadi merupakan respons Katz soal kabar rencana serangan dari Hizbullah. Sebab, Katz mendapat kabar bahwa Hizbullah kini sedang mempersiapkan serangan baru ke Israel. Di sisi lain, Israel kini juga sedang bersiap untuk menyerang milisi tersebut.
“Jika Hizbullah bergabung dengan Iran dalam serangan terhadap Israel, mereka akan menerima pukulan berat dan kehilangan wilayah tambahan di Lebanon selatan, di daerah Nabatieh dan Litani, yang akan menjadi bagian dari zona keamanan permanen Israel,” kata Katz saat berkunjung ke zona keamanan Israel di Lebanon selatan yang dikenal sebagai “Yellow Line”, seperti dilansir The New Arab.
2. IDF sedang menyiapkan serangan ke Beirut

potret Ibu Kota Lebanon, Beirut (pexels.com/Jo Kassis) Katz menambahkan, Pasukan Pertahanan Israel (IDF) kini juga sedang menyiapkan serangan baru untuk menyasar Beirut. Oleh karena itu, ia mewanti-wanti seluruh warga Lebanon yang tinggal di sana untuk mengevakuasi diri jika tidak mau menjadi korban serangan.
“Lebih dari 1 juta warga Syiah akan mengungsi di Lebanon. Nasrallah menghancurkan komunitas Syiah Lebanon sebelum dia dilenyapkan dan Naim Qassem dapat memusnahkannya sepenuhnya sampai dia juga dilenyapkan,” lanjut Katz dilansir Arab News .
3. Israel masih menyerang Lebanon selatan hingga saat ini
Hingga saat ini, Israel masih menyerang Lebanon selatan. Sebab, Tel Aviv sudah berjanji tidak akan berhenti menyerang wilayah tersebut sebelum Hizbullah menyerah dan bersedia melucuti senjatanya. Namun, Hizbullah hingga saat ini masih menolak tunduk pada desakan Israel.
Serangan terbaru Israel di Lebanon selatan terjadi pada Rabu. Ketika itu, IDF menyerang terowongan bawah tanah Hizbullah yang ada di Lebanon selatan. Dalam upaya tersebut, IDF juga berhasil menyita sejumlah senjata dan tank anti-rudal milik milisi tersebut.





















