ilustrasi penembakan (unsplash.com/Maxim Hopman)
Thami Ntuli, Perdana Menteri Provinsi KwaZulu-Natal, menyebut penembakan tersebut sangat mengkhawatirkan dan meminta warga memberikan informasi yang dapat membantu menemukan para pelaku. Ia mengatakan terdapat persoalan perdagangan narkoba dan senjata api ilegal di lingkungan yang sebagian besar miskin tersebut. Ntuli juga mengonfirmasi bahwa wanita yang ikut terbunuh sedang hamil.
Penembakan itu merupakan salah satu dari serangkaian penembakan massal yang terjadi di Afrika Selatan baru-baru ini. Pada Juni, sejumlah penembak menewaskan 12 orang di kawasan permukiman miskin di Kota Johannesburg, Provinsi Gauteng, yang kemudian dikaitkan polisi dengan geng kriminal.
Data kepolisian mencatat 5.427 pembunuhan pada periode April hingga Juni 2026, dengan rerata nyaris 60 kasus per hari. Penembakan ialah bentuk pembunuhan paling umum di Afrika Selatan. Sudah sejak lama pihak kepolisian dan pakar kriminalitas menyebut tingginya peredaran senjata api ilegal sebagai salah satu persoalan utamanya.