Kesehatan Menurun, Presiden Afrika Selatan Cuti Beraktivitas

- Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menghentikan seluruh agenda kenegaraan untuk pemulihan kesehatan setelah kembali dari KTT BRICS di New Delhi, tanpa perlu dirawat inap.
- Menteri kabinet mengambil alih kehadiran dalam agenda resmi, sementara ANC menunda sejumlah kegiatan kampanye lokal, termasuk program presiden di eThekwini.
- Menteri Ronald Lamola memimpin delegasi Afrika Selatan ke Sidang Majelis Umum PBB, saat Wakil Presiden Paul Mashatile juga membatasi aktivitas usai prosedur medis ringan.
Jakarta, IDN Times - Kantor Kepresidenan Afrika Selatan mengumumkan pada Rabu (16/9/2026), bahwa Presiden Cyril Ramaphosa harus menepi dari seluruh agenda kenegaraan akibat kondisi kesehatannya yang menurun. Langkah ini diambil agar pemimpin berusia 73 tahun tersebut bisa mendapatkan waktu istirahat dan pemulihan fisik yang memadai.
Meski demikian, pemerintah menjamin roda birokrasi dan koordinasi kenegaraan tetap berjalan stabil di bawah pemantauan para menteri kabinet. Seluruh layanan publik juga dipastikan tetap beroperasi secara normal tanpa adanya kendala operasional.
1. Kondisi kesehatan presiden
Ramaphosa baru saja kembali ke Afrika Selatan usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS ke-18 di New Delhi, India. Padatnya jadwal perjalanan dinas ke luar negeri membuat tim dokter kepresidenan menyarankan sang kepala negara untuk beristirahat total demi memulihkan staminanya.
Pernyataan resmi pemerintah tidak membeberkan secara spesifik jenis penyakit yang diidap sang presiden. Namun, pihak istana memastikan Ramaphosa tidak memerlukan rawat inap di rumah sakit dan hanya menjalani masa pemulihan di kediaman di bawah pengawasan tim medis.
"Presiden Cyril Ramaphosa saat ini dibebastugaskan dari agenda publik karena gangguan kesehatan," kata Juru Bicara Kepresidenan, Vincent Magwenya.
2. Pelimpahan tugas kenegaraan pada menteri kabinet
Lantaran batas waktu cuti medis presiden belum ditentukan, istana kepresidenan segera menyiapkan mekanisme pelimpahan tugas kenegaraan. Para menteri kabinet telah diinstruksikan untuk menggantikan posisi Ramaphosa dalam berbagai acara resmi yang sudah dijadwalkan sebelumnya.
Kondisi ini turut berdampak pada aktivitas politik internal menjelang pemilihan umum lokal di Afrika Selatan. Partai pengusung pemerintah, Kongres Nasional Afrika (ANC), terpaksa menunda sejumlah agenda kampanye yang telah direncanakan.
"Program kampanye presiden yang rencananya digelar di eThekwini ditangguhkan untuk sementara waktu," ujar Juru Bicara Nasional ANC, Mahlengi Bhengu.
3. Pergantian pimpinan delegasi Afrika Selatan untuk Sidang Majelis Umum PBB
Penurunan kondisi fisik sang presiden juga berimbas pada pergantian pimpinan delegasi Afrika Selatan untuk Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Amerika Serikat. Tugas diplomatik krusial tersebut kini dialihkan kepada Menteri Hubungan Internasional dan Kerja Sama, Ronald Lamola.
Roda kepemimpinan eksekutif saat ini kian diuji lantaran Wakil Presiden Paul Mashatile juga harus membatasi aktivitas publik usai menjalani prosedur medis ringan. Kerja sama antarmenteri kabinet kini menjadi tumpuan utama stabilitas pemerintahan selama dua pimpinan tertinggi negara tersebut dalam masa pemulihan.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)





















