Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy meletakkan bunga untuk memperingati korban jatuh pesawat Boeing 737-800 Ukraine International Airlines, di sebuah memorial di Bandara International Boryspil diluar Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2020. ANTARA FOTO/Ukrainian Presidential Press Service/Handout via REUTERS
Seperti dilaporkan The New York Times, setelah Iran mengaku salah tembak, ribuan warga turun ke jalan untuk memprotes pemerintah. "Kematian bagi para pembohong!" dan "Kematian bagi diktator!" adalah dua teriakan yang diucapkan para demonstran berulang kali.
Mereka juga menyebut IRGC "tidak kompeten" serta telah "mempermalukan rakyat". Saking geramnya, mereka bahkan menyasar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Khamenei yang memimpin militer. Dalam sebuah video, mereka terdengar meminta Khamanei muncur. "Khamenei adalah seorang pembunuh! Rezimnya sudah hancur!"
Sedangkan Asosiasi Jurnalis Iran menilai media pemerintah punya andil dalam menyebarkan kebohongan. Dalam pernyataan resmi yang dikutip The Guardian, mereka menilai wartawan seharusnya tidak langsung percaya dengan apa yang disuguhkan pemerintah.
"Harus dicatat, bagaimanapun juga, media-media lainnya keberatan dengan situasi tersebut, tapi stasiun TV milik Republik Islam Iran menyukainya. Insiden ini memperlihatkan bahwa orang tidak bisa percaya data resmi dan jurnalis sebisa mungkin harus mencoba mengisi kesenjangan ini."
Baca artikel menarik lainnya di IDN Times App. Unduh di sini http://onelink.to/s2mwkb