Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Presiden Iran Mengaku Saling Tukar Usulan Akhiri Perang dengan AS

3 min read
Presiden Iran Mengaku Saling Tukar Usulan Akhiri Perang dengan AS
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Khamenei.ir, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan Teheran dan Washington saling bertukar proposal untuk mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz.
  • Iran menegaskan tetap melanjutkan negosiasi dengan AS meski menuduh Washington kembali menyerang saat pembicaraan berlangsung, sambil menuntut penghormatan terhadap hak rakyat Iran.
  • Dalam pertemuan dengan Vladimir Putin, Pezeshkian mengapresiasi dukungan Rusia dan kedua negara mendorong percepatan kerja sama energi, pertanian, transportasi, serta perdagangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengungkapkan bahwa Iran dan Amerika Serikat (AS) telah saling bertukar proposal baru yang bertujuan untuk mengakhiri perang serta membuka kembali Selat Hormuz. Pernyataan tersebut disampaikannya saat mengadakan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di Turkmenistan, Kamis (8/10/2026).

Pertemuan bilateral itu berlangsung di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin Commonwealth of Independent States (CIS) dan KTT lingkungan Laut Kaspia. Sebagaimana dilaporkan kantor berita IRNA, kedua pemimpin negara memfokuskan pembicaraan pada perluasan kerja sama ekonomi dan strategis.

  1. 1. Iran tegaskan tidak akan mundur dari perundingan dengan AS

    Kapal militer AS di Selat Hormuz
    Kapal militer AS di Selat Hormuz (Official U.S. Navy Page from United States, Public Domain, via Wikimedia Commons)

    Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran tidak akan menarik diri dari proses negosiasi dengan AS meski situasi perang masih berlangsung. Menurut laporan kantor berita ISNA, dia menyoroti tindakan pihak Washington yang dinilainya kembali melancarkan serangan setiap kali jalur pembicaraan berjalan. "Kami sedang dalam pembicaraan, tetapi setiap kali kami berbicara dengan AS, mereka menyerang lagi. Namun, kami tidak akan meninggalkan meja perundingan dan dialog," ujar Pezeshkian.

    Pezeshkian menerangkan pihak Teheran telah menyerahkan proposal dan Washington juga telah menyodorkan usulan-usulan baru. Pihak Iran telah menyelesaikan revisi terhadap usulan-usulan tersebut sebelum menyatukannya lewat pihak ketiga. "Kami telah melakukan revisi terhadap usulan-usulan ini. Setelah usulan-usulan tersebut diselesaikan, kami direncanakan untuk duduk bersama melalui perantara yang ada dan menyatukannya," tambah dia.

    Melalui pertukaran usulan ini, Teheran menargetkan perang dapat berakhir. Di saat yang sama, Pezeshkian menekankan bahwa hak-hak rakyat Iran harus dipastikan tetap dihormati di bawah hukum internasional.

  2. 2. Pezeshkian apresiasi dukungan Moskow melawan unilateralisme

    Presiden Rusia Vladimir Putin
    Presiden Rusia Vladimir Putin (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Dalam pertemuannya dengan Putin, Pezeshkian berterima kasih atas posisi Rusia terkait isu-isu kawasan dan di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia menilai Moskow telah membantu melawan unilateralisme di tingkat internasional.

    Pezeshkian juga berharap koordinasi yang meningkat antara Teheran dan Moskow terus melangkah maju "dengan cepat dan kuat". Dia memandang situasi saat ini membuka peluang bagi kedua pihak untuk memperdalam kerja sama bilateral.

    Sebelum tatap muka di Turkmenistan, kedua pemimpin telah berdiskusi mengenai negosiasi Iran-AS lewat sambungan telepon pada Rabu (7/10/2026). Dilansir Anadolu Agency, Putin menyampaikan kesiapan Moskow untuk mendukung upaya diplomatik guna menyelesaikan konflik tersebut.

  3. 3. Putin dan Pezeshkian dorong percepatan proyek strategis bersama

    Presiden Rusia Vladimir Putin bersalaman dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian
    Presiden Rusia Vladimir Putin bersalaman dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

    Kedua kepala negara meninjau perkembangan hubungan bilateral dan membahas penguatan kerja sama di sektor-sektor kunci. Bidang utama yang dibahas mencakup energi, pertanian, transportasi, dan perdagangan.

    Mereka menekankan percepatan finalisasi dan penyelesaian proyek-proyek bersama demi kepentingan nasional kedua negara serta stabilitas kawasan. Pertemuan tatap muka langsung terakhir kedua pemimpin terjadi pada 1 September 2026 di sela-sela KTT Shanghai Cooperation Organization (SCO) di Bishkek, Kirgizstan.

    Pada pertemuan di Bishkek tersebut, Putin sempat menyebut gencatan senjata AS-Iran "tidak stabil dan terlalu rapuh" serta menjanjikan dukungan berkelanjutan bagi Teheran. Sementara itu, dalam agenda KTT Kaspia di Kawasan Wisata Nasional Avaza kali ini, para pemimpin dari Azerbaijan, Iran, Kazakhstan, Rusia, dan Turkmenistan berkumpul membahas kerja sama lingkungan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More