Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
PM Irak Janji Tak Izinkan Wilayahnya Dipakai untuk Serang Arab Saudi
Perdana Menteri Irak Ali Faleh Al-Zaidi bersama Putra Mahkota dan Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman (x.com/IraqiPMO)
  • PM Irak Ali Faleh Al-Zaidi berjanji tidak membiarkan wilayah Irak dipakai menyerang Arab Saudi atau negara kawasan, saat bertemu Mohammed bin Salman di Riyadh.
  • Irak mengecam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid dan warga sipil; kedua negara membahas koordinasi keamanan serta perluasan kerja sama bilateral di tengah meningkatnya serangan Houthi.
  • Irak menemukan lokasi peluncuran drone dalam penyelidikan serangan pipa minyak Saudi dan membentuk komite keamanan gabungan untuk mencegah wilayahnya digunakan menyerang negara tetangga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times  -  Perdana Menteri (PM) Irak Ali Faleh Al-Zaidi menegaskan bahwa pemerintahnya tidak akan mengizinkan wilayah Irak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap Arab Saudi maupun negara lain di kawasan. Pernyataan itu disampaikan saat bertemu Putra Mahkota sekaligus PM Saudi Mohammed bin Salman (MBS) di Riyadh, Rabu (14/10/2026).

Al-Zaidi juga mengecam serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid di Riyadh serta serangan yang menyasar warga sipil dan fasilitas sipil selama konflik.

1. Al-Zaidi tegaskan wilayah Irak tak boleh jadi basis serangan

Dilansir Anadolu Agency, kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama Al-Zaidi ke Arab Saudi sejak menjabat pada Mei 2026. Ia menegaskan komitmen Irak untuk menjaga hubungan bertetangga yang baik dan menghormati kedaulatan negara lain.

Dalam unggahan di X pada Rabu, Kantor Media PM Irak menyatakan, "Beliau menegaskan posisi teguh Irak untuk tidak mengizinkan wilayahnya dijadikan sebagai landasan peluncuran bagi segala bentuk agresi atau tindakan apa pun yang membahayakan keamanan Kerajaan maupun negara-negara di kawasan."

2. Saudi dan Irak bahas penguatan koordinasi keamanan

Dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin membahas perkembangan regional dan koordinasi untuk memperkuat keamanan serta stabilitas kawasan. Mereka juga meninjau hubungan bilateral dan peluang memperluas kerja sama, terutama dalam koordinasi keamanan untuk menghadapi tantangan regional.

Kantor Berita Saudi juga menyatakan melalui platform X bahwa MBS menegaskan komitmen negaranya untuk meningkatkan kerja sama bilateral, khususnya dalam koordinasi keamanan.

Pertemuan itu berlangsung di tengah meningkatnya serangan Houthi terhadap Arab Saudi. Menurut otoritas Saudi, serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid pada 10 Oktober menewaskan 13 orang dan melukai 309 orang. Serangan terpisah pada hari berikutnya menewaskan satu orang dan melukai 11 orang.

3. Irak temukan lokasi peluncuran drone saat selidiki serangan ke pipa minyak Saudi

Asap mengepul dari pipa minyak Timur-Barat, 10 September 2026. (commons.wikimedia.org/European Union/Copernicus Sentinel)

Pada September 2026, otoritas Irak mengumumkan penemuan lokasi peluncuran drone di dalam wilayah negara tersebut saat menyelidiki serangan terhadap jaringan pipa minyak Timur-Barat milik Arab Saudi. Serangan itu menyebabkan korban luka dan kerusakan.

Sebelumnya, pada Agustus 2026, Al-Zaidi memerintahkan pembentukan komite keamanan gabungan untuk menangani ancaman regional dan menyusun langkah pencegahan agar wilayah Irak tidak digunakan untuk melancarkan serangan terhadap negara tetangga. 

Langkah tersebut menyusul serangan udara Amerika Serikat dan Arab Saudi terhadap kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran di Irak pada akhir Juli 2026.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article