Kerumunan pendukung BJP, partai penguasa India, dalam kampanye di Benggala Barat. (Twitter.com/Hyderabad Deccan News)
Kepolisian distrik memanfaatkan rekaman video di media sosial untuk mengidentifikasi perusuh. Polisi kini telah menahan puluhan orang yang terbukti merusak fasilitas publik.
"Kami sudah menangkap 35 orang terkait aksi kekerasan ini, dan pelaku lainnya sedang kami lacak lewat video yang beredar," kata Pejabat Senior Polisi Arvind Kumar Anand.
Di sisi lain, proses hukum terhadap para tersangka utama kasus kekerasan seksual tetap berjalan ketat. Salah satu tersangka bernama Prabhas Mondal dilaporkan tewas tertembak setelah mencoba merebut senjata petugas saat rekonstruksi kejadian.
"Jika ada tersangka yang mencoba merebut senjata dan membahayakan polisi, petugas tentu akan mengambil tindakan tegas sesuai hukum," kata Pengamat Hukum Karan Varma.
Ibu dari tersangka yang tewas secara terbuka menolak menerima jenazah putranya karena kecewa atas kejahatan yang dilakukan sang anak. Pemerintah menegaskan tidak ada toleransi bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak.