Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dorong Energi Nuklir India, Modi Teken Kesepakatan Uranium Australia

Dorong Energi Nuklir India, Modi Teken Kesepakatan Uranium Australia
Perdana Menteri India, Narendra Modi (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
Intinya Sih
  • India dan Australia menandatangani kesepakatan pasokan uranium untuk mendukung ekspansi energi nuklir bersih India di bawah pengawasan IAEA.
  • Kedua negara sepakat memperluas kerja sama di bidang pertahanan, mineral kritis, dan proyek antariksa guna memperkuat hubungan strategis Indo-Pasifik.
  • Kunjungan Modi ke Australia disambut hangat diaspora India namun juga diwarnai aksi protes dari kelompok masyarakat dengan isu hak minoritas dan imigrasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times – Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi mengumumkan telah mencapai kesepakatan pasokan uranium dengan Australia. Uranium ini yang akan mendukung ambisi New Delhi memperluas pembangkit listrik tenaga nuklir.

Kesepakatan itu diumumkan Modi usai bertemu PM Australia Anthony Albanese dalam kunjungan resminya ke Canberra pada Kamis (9/7/2026). Menurut Modi, pasokan uranium dari Australia akan menjadi sumber bahan bakar penting bagi pengembangan energi bersih India.

India saat ini tengah berupaya meningkatkan kapasitas energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan listrik yang terus melonjak di negara berpenduduk terbesar di dunia tersebut. Australia sendiri memiliki sekitar 28 persen cadangan uranium dunia, meski selama bertahun-tahun ekspor ke India terkendala hambatan hukum dan sensitivitas politik.

“Kami telah menandatangani kesepakatan penting mengenai energi nuklir. Kesepakatan ini akan membuka jalan bagi pasokan uranium dari Australia ke India dan memberikan dorongan baru bagi tujuan energi bersih kami,” kata Modi.

1. Uranium Australia untuk program nuklir damai India

ilustrasi uranium
ilustrasi uranium (pexels.com/Swapnil Sharma)

Dalam pernyataan bersama kedua negara disebutkan, kesepakatan tersebut memungkinkan ekspor uranium Australia ke India untuk tujuan damai. Ekspor uranium akan dilakukan berdasarkan mekanisme pengawasan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) guna memastikan penggunaannya hanya untuk kepentingan sipil.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese mengatakan pengaturan tersebut diharapkan membantu India meningkatkan porsi pembangkit listrik yang tidak bergantung pada bahan bakar fosil.

“Pengaturan ini memfasilitasi ekspor uranium Australia ke India untuk membantu meningkatkan porsi kapasitas pembangkit listrik non-bahan bakar fosil,” ujar Albanese.

2. Perkuat kerja sama pertahanan hingga mineral kritis

Anthony Albanese sedang berada di kantornya.
potret Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese (commons.wikimedia.org/Australian Government)

Selain energi nuklir, kedua pemimpin juga sepakat memperluas kerja sama di sektor pertahanan dan rantai pasok mineral kritis. India dan Australia juga akan membangun terminal pelacakan antariksa sementara di Kepulauan Cocos (Keeling), Australia, untuk mendukung proyek penerbangan luar angkasa India.

Kesepakatan tersebut menjadi bagian dari semakin eratnya hubungan strategis kedua negara dalam beberapa tahun terakhir, termasuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik dan memperkuat kerja sama ekonomi.

Sebelumnya, India dan Australia telah menandatangani perjanjian kerja sama nuklir pada 2015 yang membuka jalan bagi ekspor uranium Australia ke India.

3. Modi disambut diaspora India, kunjungan diwarnai aksi protes

IMG_8783.jpeg
Perdana Menteri India Narendra Modi menyapa para diaspora dalam kegiatan Indian Community Reception di JICC, Jakarta. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Dalam kunjungan tersebut, Modi dijadwalkan menghadiri pertemuan komunitas India di Melbourne yang diperkirakan dihadiri lebih dari 20 ribu orang.

PM Albanese memuji peran Modi dalam mempererat hubungan kedua negara. Menurutnya, kepemimpinan Modi menjadi faktor penting dalam berkembangnya kemitraan Australia dan India.

“Perdana Menteri Modi, kepemimpinan Anda dan keterlibatan pribadi Anda dengan Australia benar-benar menjadi faktor utama dalam perubahan ini,” kata Albanese, dikutip dari Channel News Asia, Jumat (10/7).

Di sisi lain, kunjungan Modi juga diwarnai rencana aksi unjuk rasa dari sejumlah kelompok, termasuk Alliance Against Islamophobia yang mengkritik dugaan perlakuan terhadap kelompok minoritas di India, serta kelompok antiimigrasi yang membawa spanduk bertuliskan “Utamakan Warga Australia”. Setelah menyelesaikan lawatan di Australia, Modi dijadwalkan melanjutkan kunjungan ke Selandia Baru.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Jujuk Ernawati
EditorJujuk Ernawati

Related Articles

See More