Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Polisi Italia Bongkar Jaringan Pembajakan Streaming Skala Internasional
Bendera Italia (unsplash.com/Michele Bitetto)
  • Polisi Italia membongkar jaringan pembajakan streaming internasional lewat operasi 'Tutto Chiaro', menggunakan aplikasi CINEMAGOAL yang merugikan layanan resmi seperti Netflix dan Sky hingga 300 juta euro.
  • Penyidik menyita server di Prancis dan Jerman, menghentikan operasi CINEMAGOAL serta menjatuhkan denda kepada 1.000 pelanggan pertama dengan nilai antara 154 hingga 5.000 euro.
  • Industri hiburan mendukung langkah ini karena dianggap memperkuat perlindungan hak cipta dan keamanan data, sekaligus menjadi standar baru penegakan hukum antipembajakan digital di Eropa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepolisian Keuangan Italia (Guardia di Finanza) mengungkap jaringan pembajakan layanan streaming berskala internasional melalui operasi bersandi "Tutto Chiaro". Penegakan hukum ini dipimpin oleh Guardia di Finanza Ravenna dan dikoordinasikan oleh Kejaksaan Bologna.

Jaringan tersebut beroperasi menggunakan aplikasi bernama CINEMAGOAL yang menyediakan akses tidak resmi ke berbagai konten tayangan berbayar. Akibat praktik ini, sejumlah penyedia layanan seperti Sky, DAZN, Netflix, Disney+, dan Spotify ditaksir mengalami kerugian hingga 300 juta euro (Rp6,23 triliun).

1. Modus operandi menggunakan aplikasi khusus

ilustrasi pembajakan game (freepik.com/jcomp)

Sistem pembajakan yang digunakan kelompok ini beroperasi secara terstruktur. Mereka memasang aplikasi CINEMAGOAL di perangkat pengguna untuk terhubung ke jaringan mereka. Di dalam negeri, pengelola menjalankan sejumlah perangkat virtual yang bekerja secara terus-menerus.

Setiap tiga menit, perangkat virtual ini mengambil kode akses dari akun langganan resmi yang didaftarkan menggunakan nama palsu. Kode tersebut kemudian diteruskan kepada pengguna aplikasi agar mereka bisa menonton tayangan berbayar. Layanan ini dijual oleh sekitar 70 perantara di Italia dengan sistem paket tahunan, mulai dari 40 euro (Rp830,7 ribu) hingga 130 euro (Rp2,69 juta). Aplikasi tersebut juga dilengkapi sistem yang menyembunyikan alamat IP pelanggan agar tidak mudah dilacak.

2. Penyitaan server dan sanksi denda bagi pelanggan

ilustrasi pembajakan karya digital (pexels.com/Engin Akyurt)

Transaksi keuangan jaringan ini dikelola menggunakan mata uang kripto dan rekening dengan identitas palsu. Karena perputaran uang dan server operasi melintasi batas negara, penyidik bekerja sama dengan lembaga penegak hukum Eropa, Eurojust. Tim gabungan ini kemudian menyita server utama yang berada di Prancis dan Jerman.

Penyitaan server yang menyimpan kode program dan kunci akses tersebut secara otomatis menghentikan operasi aplikasi CINEMAGOAL. Kejaksaan Bologna memproses para tersangka dengan dugaan pembajakan siaran, akses sistem komputer tanpa izin, dan penipuan daring. Selain menangkap pihak pengelola, penyidik juga memberikan denda kepada 1.000 pelanggan pertama yang teridentifikasi, dengan nominal denda antara 154 euro (Rp3,19 juta) hingga 5.000 euro (Rp103,84 juta).

3. Dukungan industri terhadap penegakan hukum

ilustrasi pembajakan (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Langkah kepolisian Italia mendapat tanggapan positif dari pelaku industri hiburan. Managing Director Sky Italia, Andrea Duilio, menjelaskan bahwa pembajakan digital tidak hanya melanggar hak cipta, tetapi juga membahayakan keamanan data pribadi para pelanggannya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Guardia di Finanza Ravenna dan Kejaksaan Bologna atas operasi antipembajakan ini. Operasi ini menunjukkan bahwa kita semakin mampu melawan kejahatan siber. Orang yang memilih layanan streaming ilegal tidak hanya memberi keuntungan finansial bagi kelompok penjahat, tetapi juga berisiko terkena denda dan data pribadinya rentan dicuri untuk penipuan," kata Duilio, dilansir The Independent.

Penindakan hukum yang menargetkan pengelola sekaligus pengguna ini diharapkan menjadi standar baru di Eropa. Langkah tersebut dinilai sebagai cara yang lebih terukur untuk memutus rantai penawaran dan permintaan konten digital tidak resmi di masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article