Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Ancam Gempur Israel jika Serangan AS Berlanjut

Iran Ancam Gempur Israel jika Serangan AS Berlanjut
potret Kota Tel Aviv, Israel (unsplash.com/Marat Badykov)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran mengancam akan menggempur Kota Tel Aviv, Israel, jika serangan Amerika Serikat (AS) terhadap mereka terus berlanjut. Dilansir Times of Israel, Jumat (24/7/2026), ancaman tersebut disampaikan oleh dua pejabat pemerintah Iran anonim kepada The New York Times.

Dua pejabat tadi menambahkan, Iran juga akan meminta Houthi untuk menutup Selat Bab el-Mandeb jika AS menyerang infrastruktur mereka. Sebab, beberapa waktu lalu, Presiden AS, Donald Trump, sempat mengancam akan menyerang jembatan dan pembangkit listrik yang ada di Iran jika mereka terus menutup Selat Hormuz

1. Situasi di Timur Tengah bisa makin kacau jika Iran menyerang Israel

Peta negara-negara Timur Tengah.
peta negara-negara Timur Tengah (pexels.com/Lara Jameson)

Jika Iran benar-benar menyerang Israel, situasi konflik di Kawasan Timur Tengah bisa semakin kacau. Sebab, upaya perdamaian berpotensi gagal total sehingga perang bisa kembali ke titik awal seperti yang terjadi pada 28 Februari lalu. Negara-negara lain di Timur Tengah juga bisa terseret masuk ke dalam perang antara Iran dengan AS dan Israel. 

Saat ini, Israel sudah tidak terlibat dalam perang antara Iran dan AS. Sebab, negara mayoritas Yahudi tersebut sudah berhenti menyerang Iran sejak awal Juni lalu. Kala itu, Israel sepakat untuk melakukan gencatan senjata dengan Iran. Mereka mengikuti Negeri Paman Sam yang juga sepakat gencatan senjata. Namun, berbeda dengan Tel Aviv, Washington saat ini masih terlibat bentrokan dengan Teheran. 

2. AS sudah menyerang Iran 13 kali sejak perang kembali terjadi

Bendera Amerika Serikat sedang berkibar.
potret bendera Amerika Serikat (pexels.com/Linda Rusinko)

Saat ini, AS tercatat sudah meluncurkan 13 serangan ke Iran. Semua serangan itu dilakukan secara berturut-turut sejak perang kedua negara kembali meletus pada 11 Juli lalu. Serangan terakhir AS ke Iran terjadi pada Kamis (23/7/2026) malam kemarin. Komando Tengah (CENTCOM) militer AS mengatakan, serangan itu dilakukan untuk membalas meledaknya kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz akibat terkena ranjau yang dipasang Iran. 

"Ini adalah malam ke-13 berturut-turut serangan yang bertujuan untuk meminta pertanggungjawaban Iran dan mengurangi ancaman dari Korps Garda Revolusi Islam (Iran) terhadap pelayaran komersial," bunyi pernyataan resmi CENTCOM yang dirilis di platform media sosial X, seperti dikutip Anadolu Agency

3. IRGC bertanggung jawab atas meledaknya kapal tanker minyak di Selat Hormuz

Kapal terbakar di laut.
potret sebuah kapal yang terbakar di laut (unsplash.com/Nilantha Ilangamuwa)

Pada Kamis pagi kemarin, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) melaporkan ada satu kapal tanker minyak di Selat Hormuz yang terkena ranjau. Akibatnya, kapal tersebut meledak dan mengalami kebakaran hebat. Namun, tidak ada laporan mengenai korban jiwa dalam insiden tersebut. 

IRGC mengatakan bahwa pihaknya menjadi dalang di baliknya meledaknya kapal tanker tersebut. IRGC mengaku sudah memasang banyak ranjau laut sebagai langkah pengawasan di Selat Hormuz. Sebab, milisi itu ingin menertibkan kapal-kapal yang suka melanggar agar mau berlayar di selat tersebut lewat jalur yang sudah ditentukan oleh Pemerintah Iran.    

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More