Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Iran Tolak Proposal Perdamain Terbaru AS, Konflik Makin Alot

Iran Tolak Proposal Perdamain Terbaru AS, Konflik Makin Alot
potret bendera Iran (pexels.com/Engin Akyurt)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Iran dikabarkan telah menolak proposal perdamaian terbaru yang diberikan oleh Amerika Serikat (AS). Dilansir Times of Israel, kabar itu pertama kali disampaikan oleh pejabat Iran dan pejabat Irak yang tidak disebut namanya kepada The New York Times

Dua pejabat itu mengatakan, proposal perdamaian terbaru diberikan oleh Presiden AS, Donald Trump, kepada Perdana Menteri (PM) Irak, Ali Al-Zaidi, beberapa waktu lalu. Al-Zaidi lantas berkunjung ke Iran pada Jumat (24/7/2026) untuk memberikan proposal tersebut. Namun, Iran menolaknya.  

1. Al-Zaidi tidak akan mengizinkan wilayahnya digunakan AS menyerang Iran

Ali Al-Zaidi sedang berada di kantornya.
potret Perdana Menteri Irak, Ali Al-Zaidi (commons.wikimedia.org/المكتب الإعلامي لرئيس الوزراء)

Dalam kunjungan itu, Al-Zaidi bertemu dengan delegasi Iran untuk mendorong perdamaian dengan AS. Selain itu, Al-Zaidi juga menegaskan dukungannya terhadap Iran. Ia mengatakan, Irak tidak akan pernah mengizinkan wilayahnya digunakan AS untuk menyerang Iran. Sebab, beberapa waktu lalu, Trump sempat mendesak Irak agar wilayahnya bisa dijadikan tempat untuk menyerang Teheran.

“Irak tidak akan pernah melupakan dukungan Iran dalam memerangi kelompok teroris Daesh/ISIS,” kata Al-Zaini dalam pernyataannya yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Irak, seperti dikutip Anadolu Agency

2. Penolakan proposal AS oleh Iran membuat konflik jadi makin alot

Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Penolakan Iran terhadap proposal perdamain terbaru dari AS membuat konflik berpotensi menjadi semakin alot. Sebab, proposal tersebut sebetulnya merupakan upaya Negeri Paman Sam untuk menyudahi perang dengan Iran yang hingga kini masih berlanjut. Sayangnya, Iran justru menolak. 

Penolakan Iran terhadap proposal dari AS tentu bukan tanpa sebab. Menurut Iran, proposal itu hanya menguntungkan AS saja. Sebab, dalam proposal tersebut, tidak ada kesepakatan final soal kedaulatan di Selat Hormuz. Iran ingin AS memberikan kontrol Selat Hormuz sepenuhnya kepada mereka. Namun, AS menolak usulan tersebut karena Selat Hormuz adalah perairan internasional.

3. Iran masih menutup Selat Hormuz hingga saat ini

Peta Selat Hormuz.
potret Selat Hormuz (commons.wikimedia.org/Goran_tek-en)

Saat ini, Iran masih menutup Selat Hormuz. Iran menegaskan pihaknya bakal terus menutup selat tersebut sampai AS berhenti menyerang mereka. Baru-baru ini, Iran juga mengancam akan meminta Houthi Yaman untuk menutup Selat Bab el-Mandeb jika AS terus menyerang.

Sebagai informasi, Selat Bab el-Mandeb merupakan perairan yang terletak di antara Yaman dan Djibouti. Selain Selat Hormuz, selat ini juga menjadi salah satu jalur perdagangan internasional paling strategis di dunia.

Jika Houthi menutup Selat Bab el-Mandeb, harga minyak global berpotensi mengalami lonjakan. Sebab, Selat Bab el-Mandeb juga menjadi salah satu jalur ekspor dan impor minyak dari Timur Tengah ke pasar global. Sekitar 12 sampai 15 persen aktivitas ekspor dan impor minyak dari Timur Tengah ke pasar global dilakukan melalui selat tersebut.     

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More