Empat Bandara Italia Berlakukan Pembatasan BBM

- Empat bandara besar di Italia utara membatasi distribusi bahan bakar jet karena stok menipis, dengan prioritas diberikan pada penerbangan ambulans, negara, dan rute berdurasi lebih dari tiga jam.
- Beberapa bandara seperti Perugia memastikan cadangan bahan bakar masih aman selama beberapa minggu, sementara pengiriman baru dari Teluk Persia diharapkan segera tiba untuk menambah pasokan.
- Pembatasan ini dipicu tekanan geopolitik dan blokade Selat Hormuz yang mengganggu rantai pasok energi global, memicu lonjakan harga serta potensi gangguan penerbangan di Eropa.
Jakarta, IDN Times – Empat bandara besar di kawasan utara Italia, yakni Milan Linate, Bologna, Venice, dan Treviso, mulai membatasi distribusi bahan bakar jet karena cadangan yang tersedia terus menurun. Kebijakan ini langsung berdampak pada operasional penerbangan tertentu di wilayah tersebut.
Air BP Italia, unit aviasi dari perusahaan energi BP, menetapkan aturan ini berlaku hingga Kamis (9/4/2026) untuk menjaga ketersediaan bahan bakar bagi layanan prioritas.
“Karena ketersediaan bahan bakar yang terbatas dari Air BP Italia, layanan pengisian bahan bakar untuk operator yang terikat kontrak dengan Air BP Italia dapat dikenai pembatasan,” menurut sebuah pemberitahuan pada Sabtu (4/4/2026), dikutip The Independent.
1. Prioritas pengisian bahan bakar ditetapkan untuk penerbangan tertentu

Penerbangan ambulans, penerbangan negara, serta rute dengan durasi lebih dari tiga jam ditempatkan sebagai prioritas utama dalam pengisian bahan bakar. Ketentuan ini membedakan perlakuan terhadap jenis layanan udara berdasarkan urgensinya.
Untuk penerbangan jarak pendek lainnya, setiap pesawat dibatasi hanya dapat mengisi hingga 2 ribu liter bahan bakar. Pilot yang berbicara kepada Il Corriere della Sera menjelaskan kapasitas tersebut hanya cukup untuk penerbangan kurang dari satu jam pada pesawat seperti Boeing 737 atau Airbus A320, sehingga tanpa pengisian tambahan di bandara lain, sejumlah rute domestik seperti dari Veneto ke Sicily tak dapat dijalankan.
Save Group sebagai operator bandara Venice dan Treviso menyebut kendala ini hanya melibatkan satu pemasok.
“Masalahnya terkait dengan satu pemasok dan di bandara Grup ada yang lain yang memasok mayoritas operator,” kata perusahaan, dikutip Euro News.
Mereka memastikan tidak ada pembatasan untuk penerbangan interkontinental maupun operasi di kawasan Schengen.
2. Ketersediaan stok bahan bakar dipastikan cukup di beberapa wilayah

Bandara San Francesco d’Assisi di Perugia menyampaikan kepada Ansa bahwa cadangan bahan bakarnya masih aman untuk 3-4 minggu. Aktivitas penerbangan selama periode Paskah dan beberapa hari setelahnya tetap berjalan tanpa gangguan.
Pengiriman terakhir kerosin dari Teluk Persia diperkirakan tiba di Eropa dalam waktu dekat untuk menambah pasokan. Ketua Ente Nazionale per l’Aviazione Civile (ENAC), Pierluigi Di Palma, menyebut kondisi ini lebih dipicu lonjakan penumpang selama Paskah, bukan akibat blokade Selat Hormuz, serta mengingatkan potensi dampak lanjutan jika konflik berlanjut.
3. Ketegangan global memicu gangguan rantai pasok bahan bakar

Situasi ini berkaitan dengan dinamika internasional, termasuk blokade Selat Hormuz yang memengaruhi distribusi kapal tanker minyak menuju Eropa. Kondisi tersebut ikut menekan pasokan energi di kawasan tersebut.
Lufthansa mengatakan kepada Die Welt bahwa semakin lama blokade berlangsung, pasokan bahan bakar jet akan semakin tertekan hingga memicu lonjakan harga lebih dari 100 persen di beberapa wilayah. CEO Ryanair Michael O’Leary juga memperingatkan risiko gangguan pasokan di Eropa pada Mei dan Juni jika konflik Iran berlanjut, meski ketersediaan saat ini masih aman hingga akhir Mei dan potensi pembatalan penerbangan musim panas tetap terbuka.
Euronews melaporkan Italia memiliki cadangan pasokan hingga sekitar tujuh bulan, tetapi rantai distribusi di Eropa dinilai masih rentan. Koresponden perjalanan The Independent, Simon Calder, mencatat maskapai besar dari Inggris dan Irlandia menilai stok cukup hingga akhir April, sementara Departemen Keamanan Energi dan Net Zero Inggris menyebut pasokan jet fuel terus masuk dari India, Amerika Serikat, dan Belanda.
Air New Zealand juga menyesuaikan operasinya dengan memangkas jaringan domestik untuk Mei dan Juni akibat tingginya biaya bahan bakar. Secara keseluruhan, langkah pembatasan ini dilakukan untuk mengelola cadangan yang menipis akibat lonjakan permintaan dan tekanan geopolitik, dengan pemantauan berlanjut terhadap pasokan dari berbagai sumber alternatif.



















