ilustrasi pencarian polisi (unsplash.com/Matthias Kinsella)
Kantor jaksa nasional antiterorisme Prancis (PNAT) menyatakan pihaknya telah membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran terkait terorisme. Dugaan pelanggaran tersebut mencakup percobaan perusakan dengan api atau cara berbahaya lainnya, pembuatan perangkat pembakar atau peledak, kepemilikan serta pengangkutan perangkat semacam itu dengan tujuan menimbulkan kerusakan berbahaya hingga keterlibatan dalam asosiasi kriminal teroris.
Dalam pernyataannya, Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nuñez, memuji respons cepat aparat keamanan dalam menggagalkan rencana serangan tersebut.
“Tingkat kewaspadaan tetap berada pada level yang lebih tinggi dari sebelumnya. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh aparat keamanan dan intelijen yang sepenuhnya dikerahkan di bawah kewenangan saya dalam konteks situasi internasional saat ini," tulisnya di X, merujuk pada perang di Timur Tengah.
Pihak berwenang Prancis telah memperketat keamanan di sekitar tempat ibadah Yahudi, serta aset milik Amerika Serikat (AS) dan Israel sejak dimulainya serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Perlindungan pribadi bagi sejumlah tokoh oposisi Iran di pengasingan juga telah ditingkatkan.