Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Potongan Komisi Tinggi, Pengemudi Grab di Vietnam Mogok Massal
Ilustrasi pengemudi Grab (Unsplash.com/Afif Ramdhasuma)
  • Ratusan ribu mitra Grab di Vietnam menyerukan mogok massal 12-13 September 2026 dengan mematikan aplikasi dan menolak pesanan, menyusul protes yang digalang lewat media sosial.

  • Kebijakan pembayaran sejak Juli membuat komisi dan biaya layanan mencapai hingga 50 persen tarif; pendapatan bersih pengemudi menyusut, sementara biaya bahan bakar dan perawatan tetap ditanggung sendiri.

  • Grab menyatakan layanan akan tetap normal dan memperkuat komunikasi dengan mitra. Komisi Persaingan Nasional Vietnam memanggil Grab serta memeriksa kebijakan tarif, komisi, dan platform pesaing.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Ratusan ribu mitra pengemudi transportasi daring Grab di Vietnam menyerukan aksi mogok massal sejak Kamis (10/9/2026). Seruan penonaktifan aplikasi secara serentak ini dipicu oleh kekecewaan terhadap tingginya potongan biaya layanan yang merosotkan pendapatan harian mereka.

Aksi boikot terencana tersebut dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni mulai Sabtu (12/9/2026) hingga Minggu (13/9/2026). Protes massal ini sekaligus menandai eskalasi ketegangan antara perusahaan ride-hailing asal Singapura tersebut dengan para mitranya di Vietnam.

1. Pengemudi galang gerakan boikot massal lewat media sosial

Para pengemudi memanfaatkan jejaring media sosial untuk mengorganisasi aksi protes terhadap kebijakan pemotongan pendapatan. Melalui seruan daring ini, para mitra diimbau untuk mematikan aplikasi dan menolak pesanan penumpang secara serempak sepanjang akhir pekan.

Konsolidasi aksi ini dipusatkan pada grup Facebook Vietnam Grab Driver Community yang memiliki 169 ribu anggota. Para anggota di dalam grup tersebut secara aktif membagikan tangkapan layar akun mereka untuk memperlihatkan penurunan drastis pada pendapatan bersih yang mereka bawa pulang.

"Mari kita bersatu, matikan aplikasi, dan beristirahat sejenak untuk menuntut keadilan," seru seorang pengemudi dalam forum Vietnam Grab Driver Community, dilansir Channel News Asia.

2. Kenaikan komisi pangkas pendapatan bersih pengemudi

Gelombang ketidakpuasan ini berakar dari perombakan struktur pembayaran Grab yang diberlakukan sejak Juli lalu. Skema baru tersebut membuat akumulasi potongan komisi dan biaya layanan menyedot hingga 50 persen dari total tarif perjalanan penumpang.

Tingginya potongan itu membuat pendapatan bersih pengemudi motor menyusut menjadi hanya 2.600 dong (Rp1,7 ribu) per kilometer, sementara pengemudi mobil menerima 6.000 dong (Rp4 ribu) per kilometer. Ironisnya, dari nominal minim tersebut, para pengemudi masih diwajibkan menanggung seluruh biaya operasional kendaraan secara mandiri, seperti bahan bakar dan perawatan rutin.

"Jika Grab sampai menarik diri dari Vietnam, para pengemudi tidak akan memiliki apa-apa lagi," keluh seorang mitra pengemudi di forum komunitas.

3. Grab beri klarifikasi dan regulator periksa kebijakan tarif

Menanggapi rencana boikot ini, manajemen Grab berkomitmen untuk memastikan layanan operasional mereka tetap berjalan normal bagi konsumen. Pihak perusahaan mengklaim telah meningkatkan intensitas komunikasi dengan komunitas mitra guna mencegah kelangkaan armada selama periode akhir pekan.

Polemik ini rupanya turut memantik perhatian Komisi Persaingan Nasional Vietnam, yang langsung memanggil perwakilan Grab Vietnam. Pihak regulator menuntut penyerahan dokumen resmi terkait kebijakan harga dan komisi, sekaligus memeriksa platform penyedia aplikasi pesaing guna memastikan tidak ada pelanggaran hukum persaingan usaha.

"Kami terus berkomunikasi dengan komunitas mitra pengemudi untuk mendengarkan kekhawatiran mereka dan meluruskan misinformasi yang beredar," terang Juru Bicara Grab.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article