Jakarta, IDN Times - Rakyat Norwegia sedang berduka atas wafatnya Raja Harald V yang dicintai, seiring dimulainya masa berkabung nasional dan naiknya sang putra, Haakon VIII, ke takhta kerajaan.
Setelah kabar wafatnya Harald diumumkan pada Jumat, 27 Agustus 2026 pagi, kerumunan massa berkumpul di istana kerajaan di Oslo untuk meletakkan bunga dan bendera; beberapa pelayat tampak menitikkan air mata.
Raja baru yang berusia 53 tahun itu memimpin sidang luar biasa dewan negara bersama para menteri pemerintah, seraya menyatakan ia akan mengusung semboyan keluarga kerajaan, "Segalanya untuk Norwegia".
Harald, yang bertahta selama 35 tahun, wafat di rumah sakit pada pukul 06.35 waktu setempat dalam usia 89 tahun, setelah menjalani perawatan akibat kelainan darah yang langka. Jenazahnya kemudian dibawa ke istana melalui prosesi yang disaksikan masyarakat umum.
Diperkirakan 10 ribu orang memadati jalan-jalan di ibu kota untuk menyaksikan iring-iringan jenazah mendiang raja, demikian dilaporkan lembaga penyiaran publik Norwegia.
Mendiang raja dikenang sebagai sosok ‘raja bagi rakyat’ yang inklusif, transparan, dan penuh empati, yang telah memodernisasi institusi kerajaan Norwegia.