Menhan: Jepang Kirim Pesawat Bantu Indonesia Tangani Karhutla

- Jepang mengirim sejumlah pesawat sebagai bantuan bilateral untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan.
- Kemhan dan TNI mengerahkan kemampuan serta kekuatan untuk mengatasi Karhutla, dengan anggaran yang telah dipetakan untuk akselerasi bantuan.
- Prabowo menyatakan Karhutla di sejumlah daerah mulai teratasi dan berharap penanganannya selesai dalam satu hingga dua minggu.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, pemerintah baru-baru ini mendapatkan bantuan dari Jepang untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jepang telah mengirimkan sejumlah pesawat untuk penanggulangan Karhutla.
Menurut dia, kerja sama bilateral ini bentuk kerja sama antara Kementerian Pertahanan (Kemhan) dengan berbagai negara sahabat.
"Kami menerima bantuan dari negara sahabat, Jepang, yang memberikan bantuan bilateral antara kedua Kementerian Pertahanan dalam bentuk mengirim pesawat untuk mengatasi kebakaran hutan di wilayah kita," kata dia di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/8/2026).
1. Kemhan kerahkan semua kekuatan untuk atasi Karhutla

Ketua Komisi I DPR Utut Adianto (kiri) dan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin (kanan) dalam jumpa pers di Gedung DPR. (IDN Times/Amir Faisol). Menhan menegaskan, Kementerian Pertahanan (Kemhan) dan TNI sudah mengerahkan semua kemampuan dan kekuatan dalam rangka mengatasi Karhutla. Anggaran Kemhan juga telah dipetakan untuk akselerasi bantuan dalam mengatasi bencana gempa bumi dan bencana kebakaran hutan di sejumlah daerah.
"Kami juga terus memperhatikan tugas-tugas yang diberikan oleh negara dalam rangka kita mengamankan strategi transformasi pembangunan yang sedang dikerjakan," kata dia.
2. Ajak pengusaha hutan kerahkan alutsista dan alat berat atasi Karhutla

Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Sjafrie Sjamsoeddin menerima kunjungan Kepala Staf Gabungan Angkatan Bersenjata Yordania (Chairman of the Joint Chief of Staff, Jordan Armed Forces-Arab Army), Mayor Jenderal Yousef Ahmed Al-Huneiti (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa) Kendati demikian, Sjafrie mengajak seluruh pengusaha hutan yang memiliki alat-alat berat dan alutsista untuk ikut berkontribusi dalam penanganan Karhutla yang semakin mencekam.
Sjafrie mengatakan, pengusaha hutan juga dapat mengerahkan semua alutsistanya untuk diperbantukan terhadap Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Menhan meyakini penanganan Karhutla dapat teratasi dengan semangat gotong royong dari seluruh elemen masyarakat.
"Jadi kita harus bergotong royong mengatasi ini semuanya, ya. Tadi saya sudah kasih tahu, itu pengusaha-pengusaha yang punya alat berat, alutsista, helikopter bom water bombing, perbantukan kepada BNPB, ya," kata Menhan.
3. Prabowo targetkan karhutla beres maksimal 2 minggu

Presiden Prabowo Subianto resmi menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (KartaNu) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden) Presiden Prabowo Subianto menyebut penanganan Karhutla di sejumlah daerah mulai teratasi dan termitigasi. Dia berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan dalam satu hingga dua minggu ke depan. Hal itu disampaikan Prabowo dalam Peluncuran Program PLTS 100 Gigawatt peak (GWp) yang diselenggarakan di Kabupaten Jembrana, Bali, Selasa (25/8/2026).
"Sekarang saya kira sudah mulai teratasi, termitigasi di beberapa tempat. Saya kira saya berharap dalam satu-dua minggu ini bisa selesai semua," kata Prabowo dalam siaran langsung di YouTube Sekretariat Presiden.
Prabowo menyebut, berbagai upaya untuk menangani karhutla yang terjadi di tengah ancaman El Nino, meliputi puluhan helikopter, belasan pesawat, serta berbagai teknik penanganan di lapangan. Kepala Negara juga menyebut, pemerintah telah mengerahkan ratusan bor air, ratusan pompa air, dan ribuan personel untuk menangani karhutla.
"Jadi saya besar hati, saya bangga dengan prestasi petugas-petugas kita di lapangan," ujar dia.


















