Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prabowo Dorong Suara Global South Lebih Kuat Tentukan Arah Dunia
Prabowo saat menghadiri sesi terbatas bertema Inclusive Global Governance and Strengthening Multilateralism dalam rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Sabtu (12/9/2026) (Dok. Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto mendorong BRICS memperkuat dan menyatukan suara Global South agar negara berkembang berperan lebih besar dalam menentukan pembangunan serta tatanan global.
  • Dalam KTT BRICS 2026 di New Delhi, Prabowo menekankan pentingnya ketangguhan, inovasi, kerja sama berdampak, dan keberlanjutan untuk kesejahteraan masa kini maupun generasi mendatang.
  • Menjelang tenggat SDGs 2030, Prabowo menegaskan komitmen pembangunan harus berlanjut melampaui 2030, termasuk memberi Global South ruang lebih besar menentukan agenda dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Presiden Prabowo datang ke pertemuan BRICS di India. Ia bilang negara berkembang harus punya suara lebih besar untuk menentukan masa depan dunia. Prabowo ingin negara-negara itu bekerja sama melawan kemiskinan, menjaga bumi, dan membuat hidup rakyat lebih sejahtera. Ia juga bilang kerja ini harus terus jalan setelah tahun 2030.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dorongan agar suara Global South lebih kuat mencerminkan upaya menempatkan negara berkembang sebagai pelaku yang lebih setara dalam pembangunan global. Melalui BRICS, penekanan pada ketangguhan, inovasi, kerja sama, dan keberlanjutan membuka ruang bagi agenda pasca-2030 yang tetap berorientasi pada perdamaian, kesejahteraan rakyat, serta perlindungan lingkungan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Presiden RI Prabowo Subianto mendorong penguatan suara negara-negara Global South atau negara-negara berkembang dalam menentukan arah pembangunan dan tatanan global.

Menurut Prabowo, BRICS memiliki posisi strategis untuk menyatukan sekaligus memperkuat suara negara-negara Global South agar memiliki peran lebih besar dalam membentuk masa depan dunia.

Hal itu disampaikan Prabowo dalam sesi terbuka Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2026 di Bharat Mandapam, New Delhi, India, Minggu (13/9/2026).

“Sebuah masa depan di mana ketangguhan melindungi pembangunan, inovasi memperluas peluang, kerja sama menghasilkan dampak nyata, dan keberlanjutan berarti kesejahteraan diwujudkan baik untuk masa kini maupun bagi generasi mendatang,” ujar Prabowo dikutip dari keterangan tertulis Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden.

Prabowo menilai penguatan peran Global South menjadi semakin penting menjelang 2030. Dalam empat tahun mendatang, masyarakat internasional akan memasuki batas waktu pencapaian Agenda 2030 dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).

Agenda tersebut memuat berbagai komitmen negara-negara dunia untuk mengentaskan kemiskinan, melindungi lingkungan dan planet, serta membangun institusi yang lebih kuat.

Prabowo menegaskan, berakhirnya periode Agenda 2030 bukan berarti komitmen tersebut ikut berakhir.

“Komitmen ini tetap teguh. Kita harus terus melangkah melampaui tahun 2030,” katanya.

Menurut dia, Agenda 2030 tidak semestinya hanya dipandang sebagai kumpulan target pembangunan yang harus dicapai dalam batas waktu tertentu.

Lebih jauh, agenda tersebut harus menjadi bagian dari upaya menempatkan negara-negara berkembang pada posisi yang lebih semestinya dalam sistem global.

Prabowo mengatakan, tujuan pembangunan tidak hanya berkaitan dengan persoalan ekonomi dan pencapaian indikator pembangunan. Agenda tersebut juga harus diarahkan untuk menciptakan perdamaian dan kesejahteraan bagi masyarakat sekaligus memberikan ruang lebih besar bagi negara-negara berkembang untuk ikut menentukan tatanan global.

“Agenda ini bertujuan membawa negara-negara berkembang ke posisi yang semestinya, mewujudkan perdamaian dan kesejahteraan bagi rakyat kita, serta memberikan peran yang lebih besar bagi negara-negara berkembang dalam membentuk tatanan global,” tutur Prabowo.

Karena itu, Prabowo menilai sudah semestinya suara negara-negara Global South mendapatkan tempat lebih kuat dalam pengambilan keputusan global. Bukan hanya dalam mempercepat pencapaian target Agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan agenda pembangunan dunia setelah 2030.

“Oleh karena itu, sudah sewajarnya suara negara-negara Global South didengar, tidak hanya dalam mempercepat pelaksanaan agenda 2030, tetapi juga dalam menentukan arah masa depan setelahnya,” katanya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article