Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prancis Kerahkan 70.000 Polisi Amankan Demo, Kendaraan Lapis Baja Disiagakan
ilustrasi demonstrasi, unjuk rasa, politik, aksi anarkis, bendera Prancis (pexels.com/Alotrobo)
  • Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 70.000 polisi dan gendarmerie untuk mengamankan demonstrasi lanjutan pada 24 Oktober 2026, dengan dukungan unit elite dan militer.

  • Pengamanan mencakup helikopter, drone, kendaraan lapis baja, serta meriam air; sebagian personel menjaga gedung dan menjalankan tugas pendukung.

  • Protes sejak pertengahan September bermula dari tuntutan pendidikan, lalu meluas akibat kenaikan harga; aksi nasional 17 Oktober diperkirakan diikuti 550.000 orang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 70.000 polisi dan gendarmerie untuk mengamankan demonstrasi lanjutan, disertai dukungan militer, unit elite, helikopter, drone, kendaraan lapis baja, dan meriam air.
  • Who?
    Pemerintah Prancis, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez, kepolisian, gendarmerie, siswa sekolah menengah, mahasiswa, serta kelompok masyarakat yang memprotes kenaikan harga terlibat dalam situasi ini.
  • Where?
    Pengamanan dilakukan di Prancis, sementara aksi protes sebelumnya bermula di pinggiran Paris dan kemudian meluas ke sejumlah wilayah lain di negara tersebut.
  • When?
    Pengerahan diumumkan Laurent Nunez pada Jumat, 23 Oktober 2026, untuk demonstrasi yang dijadwalkan berlangsung Sabtu, 24 Oktober 2026. Gelombang aksi telah berlangsung sejak pertengahan September.
  • Why?
    Pengamanan diperkuat karena protes meluas dari tuntutan perbaikan sistem pendidikan dan kondisi sekolah menjadi keluhan masyarakat mengenai kenaikan harga kebutuhan hidup.
  • How?
    Personel ditempatkan untuk pengendalian massa, penjagaan gedung, dan tugas pendukung. Dalam demonstrasi nasional 17 Oktober, aparat menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di Prancis, banyak orang mau demo karena sekolah dan harga barang jadi masalah. Pemerintah Prancis menyiapkan 70.000 polisi dan polisi militer untuk menjaga demo hari Sabtu. Mereka juga menyiapkan helikopter, drone, mobil kuat, dan meriam air. Sekarang pemerintah ingin menjaga keadaan tetap aman saat orang-orang menyampaikan keluhan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pengerahan personel dalam skala besar, disertai dukungan unit khusus dan pembagian tugas pengamanan, mencerminkan kesiapan pemerintah Prancis menghadapi demonstrasi yang meluas. Penjagaan gedung serta fungsi pendukung memungkinkan aparat di lapangan lebih terfokus, sementara perhatian terhadap keluhan pendidikan dan biaya hidup menunjukkan bahwa isu sosial tetap menjadi bagian dari tantangan yang dihadapi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 70.000 personel kepolisian dan gendarmerie atau polisi militer untuk mengamankan demonstrasi lanjutan yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026). Pengerahan besar-besaran ini dilakukan di tengah meluasnya gelombang protes yang dipicu persoalan pendidikan dan kenaikan harga kebutuhan hidup.

Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengumumkan pengerahan personel tersebut dalam konferensi pers pada Jumat (23/10/2026).

“Besok, 70.000 anggota kepolisian dan gendarmerie akan dikerahkan,” kata Nunez seperti dilansir ANTARA via Sputnik.

Selain personel keamanan, pemerintah juga menyiapkan dukungan militer serta unit elite kepolisian dan gendarmerie. Peralatan pengamanan yang disiagakan meliputi helikopter, pesawat nirawak (drone), kendaraan lapis baja, dan meriam air.

Meski demikian, puluhan ribu personel yang dikerahkan tidak seluruhnya akan bertugas langsung mengendalikan massa di lokasi demonstrasi. Sebagian akan menjaga gedung-gedung dan menjalankan tugas pendukung agar aparat lain dapat berfokus pada pengamanan aksi.

Gelombang demonstrasi di Prancis mulai berlangsung sejak pertengahan September. Aksi awal melibatkan siswa sekolah menengah atas dan mahasiswa di pinggiran Paris yang menuntut perbaikan sistem pendidikan serta kondisi sekolah.

Dalam perkembangannya, aksi tersebut diikuti kelompok masyarakat yang mengeluhkan kenaikan harga. Protes kemudian meluas ke sejumlah wilayah lain di Prancis.

Peningkatan skala demonstrasi mendorong pemerintah memperkuat langkah pengamanan. Pada demonstrasi nasional Sabtu sebelumnya, 17 Oktober, Kementerian Dalam Negeri Prancis memperkirakan sekitar 550.000 orang ikut serta dalam aksi.

Dalam pengamanan demonstrasi tersebut, aparat menggunakan gas air mata, granat kejut, dan meriam air untuk menghadapi massa.

Pengerahan puluhan ribu personel dan berbagai peralatan pengamanan menunjukkan besarnya perhatian pemerintah terhadap potensi gangguan keamanan selama demonstrasi lanjutan. Namun, langkah pengamanan tersebut berlangsung di tengah tuntutan masyarakat yang berangkat dari persoalan pendidikan dan tekanan biaya hidup.

Perkembangan aksi pada Sabtu menjadi perhatian, terutama terkait skala partisipasi demonstran dan respons aparat di lapangan.

Pemerintah Prancis kini menghadapi dua tantangan sekaligus: menjaga keamanan dan ketertiban selama demonstrasi, serta merespons keluhan masyarakat yang menjadi latar belakang meluasnya aksi protes.

Curated For You

Editorial Team

Related Article