Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Singgung Prancis, Prabowo Ajak Warga RI Perkuat Persatuan Nasional

2 min read
Singgung Prancis, Prabowo Ajak Warga RI Perkuat Persatuan Nasional
Presiden Prabowo Subianto membuka pidatonya dalam Sidang Kabinet Paripurna 2 tahun pemerintahan di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Youtube.com/Sekretariat Presiden)
  • Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat menjaga persatuan nasional di tengah perbedaan politik, dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta pada 21 Oktober 2026.
  • Prabowo menilai perbedaan pandangan, kompetisi, kritik, dan koreksi merupakan bagian penting demokrasi, tetapi seluruh elemen masyarakat harus tetap mengutamakan keutuhan bangsa.
  • Dalam pidatonya, Prabowo menyinggung protes di Prancis, Italia, dan Eropa sebagai dinamika demokrasi yang perlu dicermati masyarakat Indonesia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Prabowo Subianto mengajak masyarakat Indonesia menjaga persatuan nasional di tengah perbedaan pandangan politik. Prabowo menilai, persatuan menjadi semakin penting untuk dipelihara agar perbedaan politik tidak mengganggu keutuhan bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (21/10/2026). Prabowo mengawali pembahasan dengan menyinggung gagasan Presiden pertama RI, Sukarno, yang menurutnya memiliki benang merah upaya menjaga persatuan nasional.

“Saudara-saudara, apa yang dicanangkan oleh Presiden pertama kita, Bung Karno, dulu dicemoohkan. Tapi saya kira ada satu benang merah, yaitu keyakinan beliau, usaha beliau untuk selalu menjaga persatuan nasional,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menekankan pentingnya national unity atau persatuan nasional dalam kehidupan demokrasi Indonesia. Menurut Prabowo, masyarakat perlu menyadari arti penting menjaga kebersamaan, terutama ketika perbedaan pendapat menjadi bagian dari proses politik.

“National unity, saudara-saudara. Demokrasi kita, menurut keyakinan saya, sekarang semakin urgen untuk kita memelihara national unity, persatuan nasional,” kata dia.

Prabowo tidak menampik perbedaan pandangan, persaingan, kritik, dan koreksi sebagai bagian penting dari demokrasi. Namun, ia mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tetap menempatkan persatuan sebagai tujuan bersama setelah menjalani berbagai dinamika politik.

“Perbedaan bagus, kompetisi perlu, saling kritik, saling koreksi sangat perlu. Tapi di ujungnya kita harus menjaga persatuan,” ucap Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung perkembangan demokrasi di negara-negara Barat, termasuk Prancis dan Italia yang kini rakyatnya sedang protes. Prabowo mengajak masyarakat mencermati berbagai pemberitaan dari Eropa untuk memahami dinamika yang terjadi di negara-negara yang selama ini dikenal sebagai tempat berkembangnya gagasan demokrasi dan hak asasi manusia (HAM).

“Kalau kita ikut demokrasi ala Barat, sekarang kita lihat, lihatlah televisi, lihatlah berita tiap hari. Apa yang terjadi di Prancis, apa yang terjadi di Italia, apa yang terjadi di Eropa. Tempat lahirnya demokrasi yang mengajarkan kita HAM, kita lihat, ini kita perlu sadari," ujar Prabowo.

    Share Article
    Editorial Team

    Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

    Related Articles

    See More