Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Utusan Khusus Trump Sebut AS Bisa Serang Iran Akhir Pekan Ini

3 min read
Utusan Khusus Trump Sebut AS Bisa Serang Iran Akhir Pekan Ini
potret Utusan Khusus Donald Trump sekaligus Duta Besar Amerika Serikat untuk Turki, Tom Barrack (commons.wikimedia.org/US State Department)
  • Utusan Khusus AS Tom Barrack menyebut AS bisa menyerang Iran pada akhir pekan, meski Donald Trump tetap mengutamakan negosiasi setelah berbulan-bulan perundingan.
  • Barrack mengatakan Benjamin Netanyahu mendorong serangan untuk meruntuhkan rezim Iran, tetapi Trump disebut hanya ingin menghentikan pengembangan senjata nuklir Iran.
  • Trump mengaku tidak mengetahui rencana serangan akhir pekan; NPR menyebut Trump dan Netanyahu mempertimbangkan serangan setelah pemilu AS dan Israel selesai.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Utusan Khusus Donald Trump sekaligus Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Turki, Tom Barrack mengatakan, AS bisa saja menyerang Iran pada akhir pekan ini. Pernyataan tersebut disampaikan Barrack dalam sebuah podcast pada Jumat (23/10/2026) kemarin, namun ia mengatakan bahwa Trump tetap mengutamakan negosiasi untuk menyelesaikan konflik dengan Iran.

“Ya, tentu saja (AS bisa menyerang Iran pada akhir pekan ini). Sikap Trump sudah sangat jelas. Dia terbuka, siap, dan mudah diakses untuk kesepakatan dan kami telah duduk di meja perundingan selama berbulan-bulan,” kata Barrack kepada pembawa acara podcast, Mario Nawfal, seperti dikutip Times of Israel.

  1. 1. Barrack soroti rencana Trump dan Benjamin Netanyahu serang Iran

    Benjamin Netanyahu sedang berbicara dengan Donald Trump.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (kiri), sedang menyambut kedatangan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (kanan), di Gedung Putih pada 7 April 2025. (flickr.com/White House via commons.wikimedia.org/White House)

    Dalam wawancara itu, Barrack juga menyoroti niat Trump dan Benjamin Netanyahu untuk melakukan serangan baru ke Iran. Menurutnya, Netanyahu sengaja mendesak Trump agar AS kembali menyerang Iran. Langkah ini dilakukan karena Netanyahu ingin meruntuhkan rezim Pemerintahan Iran yang kini dipimpin Mojtaba Ali Khamenei. 

    Namun, menurut Barrack, Trump tidak tertarik dengan ide Netanyahu untuk meruntuhkan rezim Iran sebab tujuan utama Washington menyerang Teheran bukan untuk meruntuhkan rezim mereka, tetapi hanya untuk mendesak negara tersebut agar mau menghentikan program pengembangan senjata nuklir. Trump sudah berulang kali menegaskan bahwa Iran tidak boleh mengembangkan apalagi memiliki senjata nuklir. 

  2. 2. Trump respons pernyataan Barrack soal serangan baru ke Iran

    Pernyataan Barrack soal serangan ke Iran tadi langsung direspons oleh Trump. Dalam pernyataannya kepada awak media pada Jumat, Trump mengatakan dirinya tidak mengetahui bahwa AS akan menyerang Iran pada akhir pekan ini. Kendati demikian, ia memuji Barrack sebagai salah satu tokoh politik Negeri Paman Sam yang tangguh.

    "Itu Duta Besar saya untuk Turki? Saya kira, dia orang yang cukup berpengaruh. Jika memang begitu, saya tidak tahu apa-apa tentang itu (serangan baru ke Iran)," ucap Trump dalam sebuah video yang dirilis di laman X Kepala Biro Washington untuk Asharq Bloomberg, Hiba Nasr. 

  3. 3. Trump dan Netanyahu disebut berencana serang Iran usai pemilu

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, didampingi Wakil Presiden, Mike Pence, berpartisipasi dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada 27 Januari 2020.
    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, didampingi Wakil Presiden, Mike Pence, berpartisipasi dalam pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington D.C., pada 27 Januari 2020. (flickr.com/The Wihte House via commons.wikimedia.org/The White House)

    Trump dan Netanyahu sendiri sebetulnya memang berniat melakukan serangan baru ke Iran. Namun, mereka disebut tidak akan melakukan serangan tersebut dalam waktu dekat ini. Dilansir NPR, keduanya disebut berencana menyerang Teheran usai pemilihan umum (pemilu) AS dan Israel selesai digelar. 

    AS sendiri akan menggelar pemilu sela pada 3 November 2026. Dalam pemilu tersebut, warga AS akan memilih anggota parlemen dan senat. Trump berambisi memenangkan Partai Republik dalam pemilu ini agar partainya bisa menguasai parlemen dan senat AS. Sementara itu, pemilu Israel akan dihelat pada 27 Oktober mendatang. Dalam pemilu tersebut, warga Israel akan memilih perdana menteri baru.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More