Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Proyek Pusat Data AI di Australia Batal Usai Diprotes Warga dan DPR
Bendera Australia (unsplash.com/Amber Weir)
  • Goodman Group membatalkan Project Mars, pusat data AI 90 megawatt di pinggiran Sydney, setelah menghadapi penolakan warga dan penyesuaian regulasi pemerintah.

  • Warga memprotes lokasi fasilitas 24 jam yang dekat rumah dan sekolah karena khawatir kebisingan, pencemaran generator, serta penurunan nilai properti; ratusan keberatan resmi diajukan.

  • Parlemen menyoroti celah tata ruang dan kurangnya dukungan publik, sementara pemerintah memperketat uji kelayakan, standar kebisingan, pasokan utilitas mandiri, jarak aman, serta penggunaan energi terbarukan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Perusahaan properti Australia, Goodman Group, membatalkan rencana pembangunan pusat data skala besar di kawasan pinggiran Sydney pada Senin (28/9/2026). Keputusan tersebut diambil menyusul penolakan keras dari warga setempat serta penyesuaian regulasi pemerintah.

Fasilitas komputasi yang dirancang untuk menopang infrastruktur kecerdasan buatan (AI) tersebut urung direalisasikan karena memicu polemik lingkungan.

1. Penolakan warga terhadap lokasi pusat data di dekat hunian

Fasilitas berkapasitas 90 megawatt bernama Project Mars tersebut memicu kecaman akibat lokasinya yang berdekatan dengan area permukiman. Bangunan yang direncanakan beroperasi selama 24 jam nonstop ini dirancang hanya berjarak 20 meter dari rumah warga dan 160 meter dari SD Lane Cove West.

Masyarakat mengkhawatirkan bisingnya dengungan mesin pendingin server serta potensi pencemaran udara dari generator cadangan. Warga pun melayangkan ratusan surat keberatan resmi guna menjaga kenyamanan lingkungan sekaligus mencegah penurunan nilai properti mereka. Keputusan pembatalan ini disambut lega oleh warga sekitar.

"Saya sangat gembira mendengar pembatalan ini dan berterima kasih karena perusahaan akhirnya mau mendengarkan kekhawatiran warga," ujar Juru Bicara Komunitas Lane Cove, Sasha Titchkosky, dilansir The Guardian.

2. Parlemen soroti hilangnya dukungan masyarakat terhadap pengembang

Kontroversi proyek tersebut kian memanas setelah Parlemen Australia menggelar penyelidikan khusus terkait maraknya pembangunan pusat data AI. Anggota dewan mengkritik pengembang yang dinilai memanfaatkan celah regulasi tata ruang demi mendirikan fasilitas raksasa di dekat kawasan hunian.

Dalam rapat dengar pendapat, pihak pengembang mengakui kegagalan mereka dalam merangkul masyarakat sekitar.

"Kami menyadari bahwa proyek ini tidak mendapat persetujuan moral dari warga setempat," aku Manajer Umum Pengembangan Goodman Group, Ben McGilp.

Pengakuan terbuka tersebut kian memperlemah posisi perusahaan untuk melanjutkan proses perizinan. Gelombang tekanan politik yang membesar akhirnya memaksa pengembang menarik seluruh berkas pengajuan proyek dari otoritas terkait.

3. Pengetatan aturan lingkungan dan tata ruang oleh pemerintah

Sejak rencana proyek ini mengemuka, pemerintah daerah bergerak memperketat regulasi pembangunan fasilitas AI. Pemerintah New South Wales kini memberlakukan masa uji kelayakan selama 75 hari dengan standar tingkat kebisingan yang ketat, serta kewajiban pembiayaan mandiri untuk pasokan listrik dan air.

Pemerintah pusat turut menyusun pedoman baru guna menetapkan batas jarak aman minimal antara pusat data dan kawasan permukiman. Perubahan kebijakan ini bertujuan menutup celah pengawasan dalam tata ruang infrastruktur digital di Australia.

Meski proyek ini telah dibatalkan, otoritas lokal memastikan pengawasan terhadap usulan proyek serupa akan terus diperketat. Selain itu, regulasi terbaru juga mewajibkan pusat data menggunakan sumber energi terbarukan agar tidak membebani jaringan listrik masyarakat.

"Dewan kota akan terus mendorong aturan tata ruang yang lebih kuat dan menjaga hak suara warga," tegas Wali Kota Lane Cove, Merri Southwood.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article