Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Putin Sebut Dunia dalam Bahaya imbas Eskalasi Rusia dan Barat
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Vladimir Putin menyebut dunia berada dalam masa berbahaya akibat potensi eskalasi Rusia-Barat yang terkait konflik Ukraina dan ancaman terhadap Kaliningrad.
  • Putin menyatakan Rusia akan mempertahankan Kaliningrad serta wilayah lain dengan seluruh senjata yang diperlukan, termasuk nuklir, sambil menyoroti kekuatan militer NATO.
  • Putin menegaskan Rusia tidak akan menyerang produsen senjata Barat, sementara Kremlin menyatakan tidak ada rencana memakai nuklir kecuali untuk melindungi integritas teritorial dan eksistensi Rusia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Kamis (1/10/2026), mengatakan bahwa dunia saat ini berada dalam masa yang berbahaya. Ia memperingatkan ancaman eskalasi Rusia dan Barat imbas rembetan konflik di Ukraina. 

Sebelumnya, Rusia sudah memperingatkan NATO akan kesiapannya menggunakan senjata nuklir. Moskow menuding aliansi militer Barat tersebut berupaya mengepung dan memblokir wilayah terluar Rusia, Kaliningrad. 

1. Sebut Rusia akan pertahankan Kaliningrad dengan semua senjata

Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Council.gov.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Presiden Rusia itu menekankan bahwa Moskow akan menggunakan seluruh senjata yang diperlukan, termasuk nuklir untuk melindungi Kaliningrad dan teritori lainnya. Menurutnya, terdapat ancaman besar yang ditujukan ke teritori terluar Rusia di Baltik tersebut. 

Seperti dilansir dari The Moscow Times, Putin mengakui bahwa lawan Rusia sangatlah besar dan berat. Ia menyampaikan bahwa musuh Rusia, yakni NATO memiliki jumlah militer yang dua kali lebih besar daripada militer Rusia. 

Namun, ia menyebut Rusia memiliki keunggulan jumlah senjata nuklir dibanding Prancis dan Inggris. Menurutnya, tidak ada negara lain yang memiliki senjata nuklir lebih banyak dari Rusia. 

2. Rusia tidak akan menyerang produsen senjata Barat

Ilustrasi bendera Rusia (Dmitry Djouce, CC BY 2.0 , via Wikimedia Commons)

Pada saat yang sama, Putin menekankan bahwa Rusia tidak akan menyerang produksi senjata Barat yang digunakan untuk menyuplai Ukraina. Meskipun, ia mengakui bahwa produksi senjata tersebut adalah ancaman untuk negaranya. 

“Kami tidak akan mengancam siapapun, kami tidak ingin menyerang siapapun. Tidak pada 2029, tidak pada 2030, dan tidak pada 2050,” tuturnya, dikutip dari DPA International.

Presiden Rusia itu juga menyebut peringatan Moskow kepada NATO soal senjata nuklir itu hanya agar NATO paham situasi di Kaliningrad. Menurutnya, peringatan itu bukan untuk menakut-nakuti, tapi sebagai respons atas ancaman ke Rusia. 

3. Kremlin sebut tidak ada rencana menggunakan senjata nuklir

Ilustrasi bendera Rusia (pixabay.com/michel_van_der_vegt)

Di sisi lain, Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov mengatakan bahwa tidak ada rencana menggunakan senjata nuklir. Ia menekankan, sebenarnya Eropa yang terus mengawasi dan takut akan penggunaan senjata nuklir Rusia. 

Peskov menyatakan, penggunaan senjata nuklir Rusia sudah mendorong histeria di Eropa. Ia pun mengklarifikasi bahwa memang ada doktrin penggunaan senjata nuklir, tapi itu hanya untuk satu tujuan, yakni melindungi integritas teritorial dan eksistensi Rusia.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article