Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Putin Tegaskan Rusia Terbuka pada Proposal Damai dengan Ukraina

2 min read
Putin Tegaskan Rusia Terbuka pada Proposal Damai dengan Ukraina
Vladimir Putin mengadakan pertemuan dengan anggota tetap Dewan Keamanan (08/11). (instagram.com/russian_kremlin)
  • Vladimir Putin menyatakan Rusia tetap terbuka pada seluruh proposal perdamaian Ukraina, tetapi keputusan akan mengutamakan kepentingan nasional Rusia dan mempertimbangkan tuduhan provokasi Kyiv.
  • Konflik memasuki pola serangan lebih intensif: Rusia melancarkan rudal serta nirawak sepanjang hari ke Kyiv, sementara Ukraina menyerang sektor minyak dan ritel Rusia hingga 3.000 kilometer.
  • Putin membantah Rusia menyiapkan konfrontasi dengan Eropa, serta menyambut kemungkinan kesepakatan antara Donald Trump dan Xi Jinping; kehadirannya di KTT APEC China belum diputuskan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times – Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut seluruh proposal untuk mengakhiri konflik Rusia-Ukraina yang telah berlangsung 4,5 tahun masih terbuka. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di St. Petersburg pada Jumat (25/9/2026). Ia menegaskan bahwa kepentingan nasional Rusia tetap menjadi pertimbangan utama sebelum keputusan diambil.

Dilansir US News, Putin menyebut Moskow sebenarnya siap kembali berunding dengan Kyiv setelah pemilihan parlemen Rusia pekan lalu. Namun, rencana tersebut urung dilakukan setelah Moskow menuduh Ukraina melakukan provokasi.

Ukraina dituduh menyerang Moskow dan menyasar tempat pemungutan suara hingga menewaskan seorang petugas pemilu. Putin menyatakan permintaan gencatan senjata dari Kyiv terjadi akibat tekanan serangan balasan Moskow. Ia juga menegaskan diplomasi berikutnya harus memperhitungkan serangan Ukraina saat konferensi internasional di St. Petersburg pada Juni lalu.

  1. 1. Serangan Rusia-Ukraina mengubah pola pertempuran

    ilustrasi bangunan hancur imbas perang (pexels.com/Mykhailo Volkov)
    ilustrasi bangunan hancur imbas perang (pexels.com/Mykhailo Volkov)

    Eskalasi di medan perang memperlihatkan perubahan pola serangan yang semakin intensif dari kedua pihak. Gempuran yang sebelumnya berlangsung malam hari kini berupa serangan rudal dan pesawat nirawak sepanjang hari ke Kyiv. Serangan udara bahkan menewaskan tujuh orang di ibu kota Ukraina tersebut.

    Penggunaan nirawak bertenaga jet pada ketinggian lebih tinggi membuat sistem pertahanan udara semakin sulit melakukan pencegatan. Militer Ukraina merespons dengan serangan jarak jauh hingga sejauh 3 ribu kilometer ke sektor minyak dan ritel Rusia. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menilai serangan balik tersebut wajar karena Rusia terus menggempur warga sipil dan infrastruktur utama.

  2. 2. Putin membantah rencana konfrontasi dengan Eropa

    ilustrasi bendera NATO
    ilustrasi bendera NATO (unsplash.com/Marek Studzinski)

    Putin membantah tudingan bahwa Rusia tengah mempersiapkan konfrontasi militer dengan kawasan Eropa. Pernyataan ini disampaikan di tengah kekhawatiran sejumlah anggota Organisasi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) mengenai kemungkinan serangan terselubung. Kekhawatiran muncul setelah Jerman menuduh Moskow merencanakan serangan nirawak di Bandara Leipzig dan Polandia memperingatkan risiko ancaman terhadap negara pendukung Kyiv.

    "Banyak di Eropa berbicara tentang mengharapkan serangan dari Rusia dan oleh karena itu percaya mereka sendiri harus bersiap untuk permusuhan, untuk perang dengan Rusia. Saya ingin menekankan sekali lagi: kami tidak sedang mempersiapkan bentuk permusuhan apa pun dengan Eropa," kata Putin, dikutip Firstpost.

  3. 3. Putin menyambut potensi kesepakatan Trump-Xi Jinping

    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) sempat berbincang dalam pertemuan puncak G20 di Buenos Aires, menjelang makan malam kerja antara delegasi Amerika Serikat dan China.
    Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping (kanan) sempat berbincang dalam pertemuan puncak G20 di Buenos Aires, menjelang makan malam kerja antara delegasi Amerika Serikat dan China. (Dan Scavino, Public domain, via Wikimedia Commons)

    Putin turut membahas perkembangan hubungan diplomatik di antara sejumlah kekuatan besar dunia. Ia menyambut positif kemungkinan tercapainya kesepakatan berniat baik antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping.

    Sementara itu, kepastian kehadiran Putin dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di China masih belum diputuskan. Kehadiran pemimpin Rusia tersebut sangat bergantung pada perkembangan situasi politik dan keamanan di dalam negeri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More