Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menutup kemungkinan adanya gencatan senjata terkait serangan jarak jauh dengan Ukraina. Pada Kamis (1/10/2026), Moskow kembali melanjutkan peningkatan kampanye serangan udaranya terhadap Kiev.
Dilansir Al Jazeera, Rusia telah mengintensifkan serangan jarak jauhnya yang menyasar perusahaan baja serta rantai pasokan Ukraina, khususnya di sektor perkeretaapian. Kiev menuduh Moskow sengaja menyerang sejumlah target sipil dan membuat negaranya terus berada dalam kondisi siaga tinggi saat bersiap menghadapi musim dingin.
Pernyataan Putin muncul usai pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada 22 September lalu. Zelenskyy menyatakan bahwa Kiev siap menghentikan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas energi Moskow apabila negara rivalnya itu juga menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.
