Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Putin Tolak Peluang Gencatan Senjata Serangan Jarak Jauh Rusia-Ukraina
Presiden Rusia, Vladimir Putin. (Kremlin.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Vladimir Putin menolak gencatan senjata serangan jarak jauh dengan Ukraina, saat Rusia meningkatkan serangan udara terhadap infrastruktur industri, perkeretaapian, dan Kiev.
  • Putin memperingatkan Barat soal kemungkinan penggunaan senjata nuklir untuk membela Kaliningrad, sementara Ukraina untuk pertama kali memakai rudal balistik taktis FP-7 menyerang Rusia.
  • Putin membuka peluang pengembalian aset perusahaan Barat yang disita Moskow, sembari menyebut serangan Ukraina terhadap kilang minyak Rusia menimbulkan kerugian 1 persen PDB.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, menutup kemungkinan adanya gencatan senjata terkait serangan jarak jauh dengan Ukraina. Pada Kamis (1/10/2026), Moskow kembali melanjutkan peningkatan kampanye serangan udaranya terhadap Kiev.

Dilansir Al Jazeera, Rusia telah mengintensifkan serangan jarak jauhnya yang menyasar perusahaan baja serta rantai pasokan Ukraina, khususnya di sektor perkeretaapian. Kiev menuduh Moskow sengaja menyerang sejumlah target sipil dan membuat negaranya terus berada dalam kondisi siaga tinggi saat bersiap menghadapi musim dingin.

Pernyataan Putin muncul usai pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, dan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, pada 22 September lalu. Zelenskyy menyatakan bahwa Kiev siap menghentikan serangan terhadap kilang minyak dan fasilitas energi Moskow apabila negara rivalnya itu juga menghentikan serangan terhadap infrastruktur energi Ukraina.

1. Rusia siap kerahkan senjata nuklir jika diperlukan

ilustrasi bendera Rusia (unsplash.com/Egor Filin)

Putin memperingatkan Barat agar tidak meningkatkan ketegangan terkait Ukraina dengan mengancam wilayah eksklave Rusia di Kaliningrad. Dia berjanji akan membela wilayah itu dengan senjata nuklir jika diperlukan.

Pemimpin Rusia itu memperingatkan bahwa siklus eskalasi dalam konflik internasional dapat dengan cepat mengarah pada skenario berbahaya. Putin menambahkan bahwa Moskow lebih memilih untuk mengakhiri konflik di Ukraina melalui perundingan dan menginginkan negara tersebut menjadi negara netral setelah konflik berakhir.

Pada Kamis, sebuah drone Rusia dilaporkan menghantam sebuah sekolah di Kiev,, di tengah serangan udara tanpa henti yang melanda ibu kota Ukraina tersebut. Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan karena anak-anak dan staf sekolah sedang berada di tempat perlindungan saat serangan terjadi.

2. Ukraina pertama kali gunakan rudal balistik taktis FP-7 untuk serang Rusia

Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy. (Presidential Communications Office, Public domain, via Wikimedia Commons)

Zelenskyy mengatakan bahwa Ukraina mengerahkan rudal balistik taktis FP-7 dalam pertempuran untuk pertama kalinya dalam serangannya ke Rusia. Namun, pemimpin Kiev itu tidak merinci lokasi dan target FP-7 dalam serangan tersebut, dikutip dari The Straits Times.

Pada awal 2026, Zelenskyy memuji hasil uji coba rudal balistik taktis tersebut, seraya menyatakan bahwa rudal tersebut menunjukkan potensi yang baik untuk digunakan dalam militer. Para analis militer Ukraina mendeskripsikan FP-7 sebagai rudal jarak pendek dengan jangkauan sekitar 200 km yang memiliki biaya yang jauh lebih murah.

Putin mengatakan bahwa Kiev telah mencapai sebagian tujuannya melalui serangan-serangan tersebut. Dia mengatakan bahwa serangan terhadap kilang minyak Rusia telah menyebabkan negaranya kehilangan 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Putin menambahkan bahwa Moskow kini sedang memberikan balasan yang setimpal.

3. Putin buka peluang pencairan aset perusahaan Barat yang disita Moskow

bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)

Putin membuka kemungkinan pengembalian aset sejumlah perusahaan Barat yang disita oleh Moskow. Pada bulan lalu, Putin memerintahkan penyitaan bisnis dan aset milik raksasa makanan Swiss Nestle, peritel Prancis Auchan, jaringan toko perlengkapan rumah (DIY) Leroy Merlin, serta peritel grosir dan makanan Jerman Metro, dilaporkan oleh Al Jazeera.

Pemimpin Rusia itu mengatakan bahwa Moskow tidak mengambil, mencuri, atau menasionalisasi apa pun dari siapa pun. Putin menyinggung beberapa negara Eropa yang justru menyita perusahaan-perusahaan besar milik negaranya, seperti pada kasus penyitaan aset perusahaan minyak raksasa Rusia, yakni Gazprom, Rosneft, dan Lukoil.

Sebagian besar perusahaan Barat telah menjual operasi dan kepemilikan mereka di Rusia setelah Kremlin memerintahkan pengerahan pasukan ke Ukraina pada Februari 2022. Sebagian dari mereka memisahkan aset-aset tersebut karena sanksi telah menyulitkan perdagangan sebagian besar komoditas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article