Jakarta, IDN Times - Pemerintah Qatar menyebut Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu, sengaja menghambat upaya perdamaian di Gaza demi keuntungan politik. Sebab, agresi Israel di Gaza akan membuat para pejabat Israel percaya terhadap kinerja Netanyahu sehingga ia bisa terpilih lagi menjadi PM di pemilihan umum pada Oktober.
“Ini semua hanya untuk keuntungan satu orang, yakni Perdana Menteri (Israel) dan pemerintah sayap kanannya. Hanya itu intinya,” kata PM Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al-Thani, dalam wawancara bersama jurnalis CNN, Christiane Amanpour, Sabtu (26/9/2026), seperti dikutip Jerusalem Post.
