Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You
    It helps you see more of our articles when you search on Google
    RI Bidik DK PBB 2029-2030, Bawa Misi Jadi Bridge Builder
    Ilustrasi sidang Dewan Keamanan PBB. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
    • Indonesia mencalonkan diri sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030 dengan membawa rekam jejak perdamaian dan kerja sama multilateral.
    • RI ingin membangun dialog, mencari titik temu, dan menyuarakan perspektif negara-negara berkembang dalam pembahasan Dewan Keamanan.
    • Pemerintah akan menggelar resepsi diplomatik di New York untuk memperkenalkan visi pencalonan kepada negara-negara anggota PBB.
    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
    Fokus mana yang paling penting dibawa RI ke DK PBB?
    Vote Now
    Kamis (17/9/2026)

    Yvonne Mewengkang menyampaikan Indonesia ingin menjadi bridge builder, membangun common ground, menjaga dialog, dan mencari practical solutions di DK PBB.

    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
    Fokus mana yang paling penting dibawa RI ke DK PBB?
    Vote Now
    • What?
      Indonesia menegaskan pencalonannya sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030.
    • Who?
      Indonesia, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang, dan pemerintah RI.
    • Where?
      Pengarahan media dan jumpa pers berlangsung di Jakarta; pemerintah juga akan menggelar resepsi diplomatik di New York.
    • When?
      Yvonne menyampaikan keterangan dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
    • Why?
      Indonesia ingin membawa kontribusi perdamaian, kerja sama multilateral, serta perspektif negara-negara berkembang ke DK PBB.
    • How?
      RI mengusung peran bridge builder, dialog, common ground, practical solutions, serta resepsi diplomatik dalam kampanye pencalonan.
    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
    Fokus mana yang paling penting dibawa RI ke DK PBB?
    Vote Now

    Indonesia mau ikut menjadi anggota DK PBB pada 2029-2030. Kak Yvonne dari Kementerian Luar Negeri bilang Indonesia mau membantu menjaga damai. Indonesia ingin mengajak orang-orang di Dewan Keamanan tetap bicara dan mencari jalan keluar. Pemerintah juga akan membuat resepsi di New York untuk mengenalkan rencana ini kepada anggota PBB.

    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
    Fokus mana yang paling penting dibawa RI ke DK PBB?
    Vote Now

    Pendekatan Indonesia yang menekankan dialog, pencarian titik temu, dan solusi praktis membuka ruang bagi kontribusi yang berangkat dari pengalaman peacekeeping, peacebuilding, serta kerja sama multilateral. Perhatian pada perspektif Global South juga menempatkan kepentingan negara-negara berkembang sebagai bagian dari agenda yang ingin dibawa ke Dewan Keamanan PBB.

    This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
    Fokus mana yang paling penting dibawa RI ke DK PBB?
    Vote Now

    Jakarta, IDN TimesIndonesia menegaskan pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029-2030 bukan sekadar upaya mendapatkan kursi. Indonesia ingin membawa rekam jejak dan kontribusi yang selama ini telah diberikan dalam isu perdamaian serta kerja sama multilateral.

    Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia memiliki pengalaman dalam berbagai misi perdamaian dan upaya pembangunan perdamaian. Pengalaman tersebut akan menjadi bagian dari kontribusi yang ingin dibawa Indonesia apabila nantinya terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB.

    “Ini bukan hanya soal pencalonan. Kita membawa track record Indonesia ke sana,” kata Yvonne dalam pengarahan media Kemlu RI.

    Menurut dia, Indonesia ingin melanjutkan berbagai kontribusi yang selama ini telah dilakukan, termasuk dalam bidang peacekeeping, peacebuilding, dan kerja sama multilateral.

    Indonesia juga ingin mengambil peran sebagai bridge builder di DK PBB. Peran tersebut diarahkan untuk membangun titik temu (common ground), menjaga dialog di dalam Dewan Keamanan, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui solusi yang praktis.

    1. RI ingin jadi bridge builder di DK PBB

    Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Dewan Keamanan PBB. (IDN Times/Sonya Michaella)

    Yvonne mengatakan Indonesia ingin membawa pendekatan yang menekankan dialog dan pencarian solusi ketika duduk sebagai anggota tidak tetap DK PBB. Menurutnya, posisi tersebut sejalan dengan pengalaman Indonesia dalam berbagai forum multilateral.

    “Indonesia ingin menjadi bridge builder, membangun common ground, menjaga dialog di dalam Council itu, dan mencari practical solutions,” ujarnya dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (17/9/2026).

    Indonesia juga membawa perhatian terhadap kepentingan negara-negara berkembang. Yvonne mengatakan RI ingin memastikan perspektif negara-negara Global South dapat terdengar dalam pembahasan di DK PBB.

    “Kita akan membawa suara dan prioritas Global South. Bukan hanya mewakili Global South, tapi tentunya memastikan perspektif negara-negara berkembang juga dapat didengar saat kit duduk menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB nantinya,” kata Yvonne.

    Menurut dia, Indonesia ingin mendorong DK PBB yang mampu menghasilkan respons terhadap berbagai persoalan global. Karena itu, RI membawa gagasan mengenai Dewan Keamanan yang efektif dan responsif.

    “Indonesia ingin Dewan Keamanan yang memberikan hasil,” tuturnya.

    2. Dorong perdamaian dan perlindungan warga sipil

    Sidang darurat Dewan Keamanan PBB di New York, AS. (IDN Times/Sonya Michaella)

    Yvonne mengatakan agenda yang ingin dibawa Indonesia mencakup sejumlah isu yang selama ini menjadi bagian dari kontribusi RI dalam menjaga perdamaian, di antaranya peacekeeping, diplomasi preventif, pencegahan konflik, hingga perlindungan warga sipil.

    Pendekatan tersebut juga berkaitan dengan keinginan Indonesia agar kerja DK PBB tidak berhenti pada pembahasan politik, tetapi menghasilkan langkah yang dapat diterapkan untuk merespons konflik dan ancaman terhadap perdamaian.

    “Ini tentang peacekeeping, preventive diplomacy, conflict prevention, dan protection of civilians, dan lain-lainnya,” ujar Yvonne.

    Indonesia, lanjutnya, ingin membawa komitmen yang konkret dalam kampanye pencalonan tersebut. Dengan demikian, pencalonan tidak hanya berisi janji mengenai apa yang akan dilakukan jika terpilih, tetapi juga menunjukkan kontribusi yang telah dilakukan Indonesia sebelumnya.

    “Kita mau membawa practical commitment dalam kampanye itu,” katanya.

    Yvonne menegaskan, Indonesia ingin menggunakan keanggotaannya nanti untuk memberikan kontribusi nyata terhadap kerja DK PBB. Peran tersebut juga menjadi bagian dari upaya RI memperkuat kontribusi Indonesia dalam sistem multilateral.

    “Intinya, Indonesia ingin melayani Dewan Keamanan, bukan sekadar menempati sebuah kursi, tetapi kita ingin memberikan kontribusi yang nyata dan konkret sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB periode 2029-2030,” ujar Yvonne.

    3. RI Siapkan Resepsi Diplomatik di New York

    Sidang darurat Dewan Keamanan PBB di New York, AS. (IDN Times/Sonya Michaella)

    Sebagai bagian dari kampanye pencalonan tersebut, pemerintah Indonesia juga akan menggelar resepsi diplomatik di New York. Agenda ini akan menjadi salah satu sarana Indonesia memperkenalkan visi dan komitmen pencalonannya kepada negara-negara anggota PBB.

    Resepsi diplomatik tersebut dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian agenda Sidang Majelis Umum PBB. Pemerintah RI akan memanfaatkan momentum tersebut untuk memperkuat komunikasi diplomatik dengan negara-negara anggota PBB terkait pencalonan Indonesia sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2029-2030.

    Kampanye tersebut menjadi bagian dari upaya Indonesia untuk menunjukkan bahwa pencalonan RI dibangun di atas pengalaman dan kontribusi yang telah dilakukan dalam isu perdamaian, multilateralisme, serta kerja sama internasional.

    Dengan pendekatan tersebut, Indonesia ingin membawa pesan bahwa jika terpilih nantinya, RI tidak hanya hadir sebagai penghuni kursi anggota tidak tetap, tetapi berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap kerja Dewan Keamanan PBB.

    Pilih fokus utama Indonesia di DK PBB

    Fokus mana yang paling penting dibawa RI ke DK PBB?

    See More
    Dialog dan common ground
    A*** has voted
    B*** has voted
    C**** has voted
    Perdamaian dan perlindungan warga sipil

    Curated For You

    Editorial Team

    Related Article