Jakarta, IDN Times – Indonesia menegaskan pencalonannya sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) periode 2029-2030 bukan sekadar upaya mendapatkan kursi. Indonesia ingin membawa rekam jejak dan kontribusi yang selama ini telah diberikan dalam isu perdamaian serta kerja sama multilateral.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang mengatakan Indonesia memiliki pengalaman dalam berbagai misi perdamaian dan upaya pembangunan perdamaian. Pengalaman tersebut akan menjadi bagian dari kontribusi yang ingin dibawa Indonesia apabila nantinya terpilih sebagai anggota tidak tetap DK PBB.
“Ini bukan hanya soal pencalonan. Kita membawa track record Indonesia ke sana,” kata Yvonne dalam pengarahan media Kemlu RI.
Menurut dia, Indonesia ingin melanjutkan berbagai kontribusi yang selama ini telah dilakukan, termasuk dalam bidang peacekeeping, peacebuilding, dan kerja sama multilateral.
Indonesia juga ingin mengambil peran sebagai bridge builder di DK PBB. Peran tersebut diarahkan untuk membangun titik temu (common ground), menjaga dialog di dalam Dewan Keamanan, serta mendorong penyelesaian persoalan melalui solusi yang praktis.
