Jakarta, IDN Times - Indonesia akan membangun pabrik amunisi bersama China dengan skema transfer teknologi. Fasilitas tersebut akan memproduksi sejumlah jenis amunisi, termasuk rudal dan roket, dengan operasional ditargetkan mulai pada 2027.
Rencana tersebut mencuat setelah Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin dan Menteri Luar Negeri RI Sugiono menggelar pertemuan format 2+2 bersama Menteri Pertahanan China Dong Jun dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi di Jakarta, Jumat (21/8/2026).
Sjafrie mengatakan, kerja sama tersebut akan melibatkan industri pertahanan dalam negeri. PT Pindad akan berpartisipasi dalam proyek tersebut, sementara PT Len Industri akan terlibat dalam sistem kelistrikan.
Menariknya, Sjafrie juga memastikan tidak ada pembahasan mengenai kemungkinan Indonesia membeli jet tempur Chengdu J-10 buatan China dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.
