China Uji Sistem AI untuk Peringatan Dini Cuaca Ekstrem di RI

- Indonesia dan China menguji sistem peringatan dini meteorologi berbasis AI di Indonesia untuk menghadapi risiko cuaca ekstrem.
- Kerja sama AI dibahas dalam Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China perdana di Jakarta.
- Pengembangan teknologi kedua negara juga mencakup satelit komunikasi serta sektor energi, pangan, kesehatan, pendidikan, dan industri.
Jakarta, IDN Times - Indonesia dan China memperluas kerja sama di bidang teknologi dengan mengembangkan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), termasuk untuk menghadapi ancaman cuaca ekstrem. Salah satu teknologi yang kini mulai diuji coba di Indonesia adalah sistem peringatan dini meteorologi berbasis AI dari China.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan sistem tersebut diharapkan dapat membantu Indonesia menghadapi berbagai risiko cuaca ekstrem. Teknologi itu menjadi salah satu bentuk konkret pengembangan kerja sama teknologi antara Jakarta dan Beijing.
Kerja sama AI tersebut turut dibahas dalam pertemuan perdana Dialog Strategis Komprehensif (CSD) Indonesia-China di Jakarta, Jumat (21/8/2026). Menteri Luar Negeri RI Sugiono juga menyebut AI sebagai salah satu bidang teknologi mutakhir yang akan dikembangkan dalam hubungan kedua negara.
1. Sistem peringatan dini AI mulai diuji di Indonesia

Menlu China Wang Yi dalam joint press statement dengan Menlu Sugiono usai Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Wang Yi mengatakan, China tengah mengembangkan kerja sama teknologi dengan Indonesia, termasuk melalui sistem peringatan dini meteorologi berbasis AI. Sistem tersebut kini telah mulai diuji coba di Indonesia.
“Kami sangat gembira bahwa solusi peringatan dini pintar meteorologi dari Tiongkok telah mulai diuji coba di Indonesia, dan kami yakin ini akan memainkan peran penting dalam membantu Indonesia menghadapi cuaca ekstrem,” kata Wang Yi dalam joint press statement bersama Sugiono di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI.
Menurut Wang Yi, pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi Indonesia, terutama dalam menghadapi perubahan kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi.
Kerja sama ini juga menjadi salah satu contoh bagaimana hubungan Indonesia-China diarahkan tidak hanya pada sektor ekonomi, tetapi juga pengembangan teknologi yang dapat mendukung kepentingan masyarakat.
2. RI-China perluas kerja sama teknologi AI

Menlu China Wang Yi dan Menlu Sugiono dalam joint press statement usai Dialog Strategis Komprehensif Indonesia-China. (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Selain sistem peringatan dini, Indonesia dan China sepakat memperluas kerja sama di bidang AI. Wang menyebut kecerdasan buatan sebagai salah satu bentuk new quality productive forces atau kekuatan produktif baru yang akan menjadi bagian dari kerja sama kedua negara.
China dan Indonesia juga akan bekerja sama dalam mendukung Organisasi Kerja Sama Internasional AI Dunia yang baru dibentuk. Kerja sama tersebut menunjukkan upaya kedua negara mengikuti perkembangan teknologi global.
Sugiono mengatakan pengembangan AI menjadi bagian dari pembahasan mengenai teknologi mutakhir dalam CSD perdana. Menurutnya, kerja sama Indonesia-China ke depan juga akan mencakup pengembangan satelit komunikasi bersama serta sejumlah teknologi lainnya.
3. Teknologi untuk dukung pembangunan Indonesia

Menlu Sugiono dan Menlu China Wang Yi usai melakukan tete a tete di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). (IDN Times/Marcheilla Ariesta) Sugiono mengatakan kerja sama teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas hubungan Indonesia-China ke sektor yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan nasional.
“Kedepan kerjasama termasuk juga akan mencakup hal-hal di bidang teknologi mutakhir dan artificial intelligence termasuk pengembangan satelit komunikasi bersama dan beberapa hal lain di bidang teknologi mutakhir tersebut,” ujar Sugiono.
Pengembangan teknologi juga dibahas bersama sektor-sektor lain seperti energi, mineral, pangan, kesehatan, pendidikan, dan industri. Dengan demikian, kerja sama AI tidak hanya diarahkan untuk pengembangan teknologi, tetapi juga mendukung kebutuhan pembangunan di berbagai sektor.
Wang Yi mengatakan, China dan Indonesia perlu terus meningkatkan koordinasi dan kerja sama untuk menghadapi berbagai tantangan baru. Menurutnya, sebagai dua negara besar dari Global South, kedua negara dapat memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendukung proses modernisasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.


















