Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Madagaskar memperingati setengah abad hubungan diplomatik Indonesia dan Madagaskar pada 2025. Meski demikian, kedua negara memilih untuk tidak sekadar merayakan melainkan meletakkan fondasi baru yang lebih kokoh untuk kerja sama ke depan.
Menteri Luar Negeri Madagaskar, Alice N’Diaye, melakukan kunjungan resmi ke Jakarta pada Rabu (3/6/2025) sekaligus menjadi kunjungan pertamanya ke Indonesia sejak menjabat. Kunjungan ini disambut langsung Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, dan ditandai dengan penandatanganan dua perjanjian penting yang dinilai akan mengubah cara kedua negara mengelola hubungan bilateral mereka.
Dua perjanjian yang resmi ditandatangani adalah Nota Kesepahaman (MoU) tentang Pembentukan Komisi Bersama untuk Kerja Sama Bilateral, dan Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas. Penandatanganan berlangsung sesaat sebelum konferensi pers bersama digelar, dan menjadi momen yang oleh kedua menteri disebut sebagai tonggak bersejarah dalam perjalanan hubungan kedua negara.
Menlu Sugiono menyambut kehadiran N’Diaye dengan menegaskan kembali arti penting Madagaskar bagi Indonesia. Ia menyebut Madagaskar sebagai salah satu mitra penting di Afrika dan mitra yang dihargai dalam memajukan kerja sama antarnegara berkembang di bawah kerangka kemitraan Selatan-Selatan.
Menlu N’Diaye sendiri menyampaikan kunjungan ini memiliki makna yang melampaui agenda teknis semata. “Lima puluh tahun persahabatan, penghormatan, dan kerja sama yang konstruktif mencerminkan ikatan kuat yang menyatukan Madagaskar dan Indonesia,” ujarnya dalam pernyataan bersama di Jakarta.
