Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Madagaskar Usir Diplomat Prancis, Dituduh Picu Kerusuhan

Madagaskar Usir Diplomat Prancis, Dituduh Picu Kerusuhan
bendera Madagaskar (pexels.com/aboodi)
Intinya Sih
  • Madagaskar mengusir seorang diplomat Prancis yang dituduh memicu kerusuhan, memperburuk hubungan diplomatik antara kedua negara.
  • Seorang mantan tentara Prancis ditangkap di Madagaskar atas dugaan sabotase infrastruktur dan keterlibatan dalam rencana instabilitas nasional.
  • Presiden Emmanuel Macron dan Presiden Michael Randrianirina melakukan pembicaraan untuk menenangkan situasi serta membangun kembali kepercayaan bilateral.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Madagaskar, pada Rabu (29/4/2026), menetapkan persona non-grata kepada seorang diplomat Prancis atas tudingan terlibat dalam aktivitas untuk memicu kerusuhan. Pengusiran ini semakin meningkatkan tensi antara Prancis dan Madagaskar. 

Dilansir Africa News, Madagaskar sudah memanggil Duta Besar Prancis di Antananarivo terkait kasus ini. Namun, belum diketahui secara pasti aksi apa yang sebenarnya dilakukan oleh diplomat Prancis tersebut. 

Beberapa pekan terakhir, sejumlah aksi protes sudah terjadi di ibu kota Antananarivo. Warga memprotes karena pemerintahan baru Madagaskar tidak bergerak cepat dalam memberantas korupsi. 

1. Madagaskar tangkap seorang mantan tentara Prancis

Pada saat yang sama, seorang mantan tentara Prancis ditangkap di Madagaskar atas dugaan memicu instabilitas. Jaksa Agung Madagaskar, Nomenarinera Mihamintsoa Ramanantsoa mengatakan bahwa warga Prancis itu didakwa atas sejumlah kasus kriminal, termasuk sabotase infrastruktur. 

Dilansir BBC, mantan tentara Prancis itu ditangkap bersamaan dengan sejumlah terduga pelaku, termasuk personel militer Madagaskar. Mereka diduga berencana melakukan sabotase tersebut pada 18 April lalu. 

2. Prancis bantah tuduhan perusakan stabilitas di Madagaskar

Menanggapi pengusiran diplomat, Prancis memprotes kuasa usaha Madagaskar di Paris. Prancis menolak terlibat dalam upaya perusakan stabilitas di negara pulau di Samudra Hindia tersebut. 

“Kami menolak segala bentuk informasi yang menuding Prancis terlibat dalam upaya perusakan stabilitas di Madagaskar. Tuduhan tersebut tidak ada buktinya dan tidak dapat dapat dipahami,” terangnya, dikutip dari Le Monde

3. Prancis dan Madagaskar berusaha redam tensi

Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Presiden Madagaskar, Michael Randrianirina sudah berbicara lewat sambungan telepon. Langkah ini untuk meredam tensi kedua negara usai tuduhan perusakan stabilitas negara. 

Dilansir APA News, kedua pemimpin mengungkapkan pentingnya kesepahaman satu sama lain dan tidak membiarkan ini berlarut-larut. Prancis dan Madagaskar akan berusaha untuk meningkatkan kepercayaan dan membangun kerja sama. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More