Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
RI-Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi
Menlu Sugiono dan Menlu Selandia Baru Winston Peters dalam pertemuan JCBC RI-Selandia Baru di Auckland. (Dok. Kemlu RI)
  • Indonesia dan Selandia Baru membahas penguatan kemitraan bilateral melalui Pertemuan ke-13 JMC.
  • Kerja sama mencakup ketahanan pangan, energi terbarukan, perdagangan produk halal, dan pendidikan.
  • Kedua negara juga menegaskan kolaborasi di Indo-Pasifik melalui ASEAN dan Pacific Islands Forum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sektor kerja sama RI-Selandia Baru mana yang paling menarik?
Vote Now
Jumat (28/8/2026)

Sugiono dan Winston Peters memimpin Pertemuan ke-13 JMC. Indonesia dan Selandia Baru membahas penguatan kemitraan bilateral dan mengeluarkan Joint Statement.

2025-2029

JMC digunakan untuk meninjau dan mengawal implementasi Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru.

2027

Selandia Baru direncanakan menjadi ketua Pacific Islands Forum.

2028

Indonesia dan Selandia Baru akan memperingati 70 tahun hubungan diplomatik.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sektor kerja sama RI-Selandia Baru mana yang paling menarik?
Vote Now
  • What?
    Indonesia dan Selandia Baru sepakat memperkuat kemitraan bilateral pada sektor pangan, energi terbarukan, perdagangan, pendidikan, dan kerja sama kawasan.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters memimpin Pertemuan ke-13 JMC.
  • Where?
    Jakarta.
  • When?
    Jumat (28/8/2026).
  • Why?
    Kerja sama ketahanan pangan dinilai penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi.
  • How?
    Kedua negara membahas peningkatan produktivitas pertanian, peternakan sapi, panas bumi, tenaga surya, sertifikasi halal, beasiswa, serta mengeluarkan Joint Statement.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sektor kerja sama RI-Selandia Baru mana yang paling menarik?
Vote Now

Indonesia dan Selandia Baru bertemu. Pak Sugiono dan Pak Winston Peters bicara tentang makanan dan energi baru. Mereka mau membantu pertanian, sapi, panas bumi, dan matahari di Indonesia. Mereka juga bicara soal produk halal dan beasiswa untuk mahasiswa Indonesia. Kedua negara ingin terus bekerja sama.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sektor kerja sama RI-Selandia Baru mana yang paling menarik?
Vote Now

Pembahasan peningkatan produktivitas pertanian, pengembangan peternakan sapi, panas bumi, dan tenaga surya membuka ruang kerja sama pada kebutuhan strategis kedua negara. Dorongan sertifikasi halal dan peluang beasiswa juga memperluas cakupan kemitraan, sementara kolaborasi melalui ASEAN dan PIF menjaga hubungan bilateral tetap terhubung dengan agenda kawasan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sektor kerja sama RI-Selandia Baru mana yang paling menarik?
Vote Now

Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Selandia Baru sepakat memperkuat kemitraan bilateral di sejumlah sektor prioritas, terutama ketahanan pangan dan energi terbarukan. Komitmen tersebut dibahas dalam Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru Winston Peters pada Jumat (28/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan, termasuk melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pengembangan peternakan sapi.

Menlu RI Sugiono mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu sektor strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi.

“Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia,” tutur Sugiono, dikutip dari situs Kemlu RI, Minggu (30/8/2026).

1. Fokus pada ketahanan pangan dan energi

Kerja sama ketahanan pangan antara Indonesia dan Selandia Baru akan diarahkan pada sejumlah langkah konkret. Kedua negara membahas peningkatan produktivitas sektor pertanian serta pengembangan peternakan sapi.

Selandia Baru selama ini dikenal memiliki sektor pertanian dan peternakan yang kuat. Karena itu, penguatan kerja sama dengan Indonesia dapat mencakup peningkatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan yang mendukung kebutuhan pembangunan sektor pangan nasional.

Selain pangan, kedua negara juga mendorong penguatan kapasitas di bidang energi terbarukan, khususnya pengembangan panas bumi dan tenaga surya di Indonesia. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan di sektor strategis yang memiliki kepentingan bersama.

2. Dorong perdagangan produk Halal

Selain sektor pangan dan energi, Sugiono dan Peters membahas upaya meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia dan Selandia Baru. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah implementasi sertifikasi halal.

Kedua negara mendorong penerapan sertifikasi halal yang dapat memfasilitasi sekaligus meningkatkan ekspor dan impor produk halal di antara Indonesia dan Selandia Baru.

Kerja sama tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi produk halal kedua negara untuk memasuki pasar masing-masing. Bagi Indonesia, penguatan ekosistem produk halal juga dapat mendukung peningkatan akses pasar bagi pelaku usaha nasional.

Di bidang pendidikan, Indonesia dan Selandia Baru sepakat terus mendorong peningkatan peluang beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Kesempatan tersebut terutama diarahkan untuk bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

Peningkatan kerja sama pendidikan diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

3. Perkuat kolaborasi RI-Selandia Baru di Indo-Pasifik

Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai perkembangan berbagai isu regional dan global. Indonesia dan Selandia Baru menegaskan komitmen terhadap kemitraan bilateral yang dapat mendukung stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.

Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kolaborasi melalui forum regional, termasuk ASEAN dan Pacific Islands Forum (PIF). Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menyambut baik rencana Selandia Baru menjadi ketua PIF pada 2027.

Sugiono menyampaikan harapan agar keketuaan Selandia Baru di PIF dapat berlangsung sukses dan turut memperkuat kerja sama di kawasan Pasifik.

JMC menjadi mekanisme utama dialog bilateral Indonesia dan Selandia Baru untuk membahas perkembangan hubungan kedua negara sekaligus menggali potensi penguatan kerja sama. Forum tersebut juga digunakan untuk meninjau dan mengawal implementasi Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru periode 2025-2029.

Sebagai hasil pertemuan, Indonesia dan Selandia Baru mengeluarkan Joint Statement yang memuat kesepahaman untuk memperkuat serta menindaklanjuti berbagai kesepakatan kerja sama bilateral.

Pertemuan ke-13 JMC juga menjadi bagian dari persiapan menuju 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Selandia Baru yang akan diperingati pada 2028. Kedua negara diharapkan dapat terus memperluas kerja sama konkret di bidang pangan, energi, perdagangan, pendidikan, serta isu-isu strategis kawasan.

Pilih sektor kerja sama RI-Selandia Baru yang paling menarik

Sektor kerja sama RI-Selandia Baru mana yang paling menarik?

See More
Ketahanan pangan dan energi
A*** has voted
B*** has voted
C**** has voted
Perdagangan halal dan pendidikan

Curated For You

Editorial Team

Related Article