Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

RI-Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi

RI-Selandia Baru Perkuat Kerja Sama Pangan dan Energi
Menlu Sugiono dan Menlu Selandia Baru Winston Peters dalam pertemuan JCBC RI-Selandia Baru di Auckland. (Dok. Kemlu RI)
  • Indonesia dan Selandia Baru membahas penguatan kemitraan bilateral melalui Pertemuan ke-13 JMC.
  • Kerja sama mencakup ketahanan pangan, energi terbarukan, perdagangan produk halal, dan pendidikan.
  • Kedua negara juga menegaskan kolaborasi di Indo-Pasifik melalui ASEAN dan Pacific Islands Forum.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Sektor kerja sama RI-Selandia Baru mana yang paling menarik?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Indonesia dan Selandia Baru sepakat memperkuat kemitraan bilateral di sejumlah sektor prioritas, terutama ketahanan pangan dan energi terbarukan. Komitmen tersebut dibahas dalam Pertemuan ke-13 Joint Ministerial Commission (JMC) yang dipimpin Menteri Luar Negeri RI Sugiono dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Selandia Baru Winston Peters pada Jumat (28/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas sejumlah langkah konkret untuk memperkuat kerja sama di bidang ketahanan pangan, termasuk melalui peningkatan produktivitas pertanian dan pengembangan peternakan sapi.

Menlu RI Sugiono mengatakan ketahanan pangan menjadi salah satu sektor strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru. Menurutnya, kerja sama tersebut penting untuk memastikan kebutuhan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi.

“Salah satu bidang yang strategis dalam hubungan Indonesia dan Selandia Baru adalah kerja sama di bidang ketahanan pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, anak-anak, dan generasi muda Indonesia,” tutur Sugiono, dikutip dari situs Kemlu RI, Minggu (30/8/2026).

  1. 1. Fokus pada ketahanan pangan dan energi

    Kerja sama ketahanan pangan antara Indonesia dan Selandia Baru akan diarahkan pada sejumlah langkah konkret. Kedua negara membahas peningkatan produktivitas sektor pertanian serta pengembangan peternakan sapi.

    Selandia Baru selama ini dikenal memiliki sektor pertanian dan peternakan yang kuat. Karena itu, penguatan kerja sama dengan Indonesia dapat mencakup peningkatan kapasitas dan pertukaran pengetahuan yang mendukung kebutuhan pembangunan sektor pangan nasional.

    Selain pangan, kedua negara juga mendorong penguatan kapasitas di bidang energi terbarukan, khususnya pengembangan panas bumi dan tenaga surya di Indonesia. Kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kemitraan di sektor strategis yang memiliki kepentingan bersama.

  2. 2. Dorong perdagangan produk Halal

    Selain sektor pangan dan energi, Sugiono dan Peters membahas upaya meningkatkan perdagangan bilateral Indonesia dan Selandia Baru. Salah satu isu yang menjadi perhatian adalah implementasi sertifikasi halal.

    Kedua negara mendorong penerapan sertifikasi halal yang dapat memfasilitasi sekaligus meningkatkan ekspor dan impor produk halal di antara Indonesia dan Selandia Baru.

    Kerja sama tersebut dinilai dapat membuka peluang lebih besar bagi produk halal kedua negara untuk memasuki pasar masing-masing. Bagi Indonesia, penguatan ekosistem produk halal juga dapat mendukung peningkatan akses pasar bagi pelaku usaha nasional.

    Di bidang pendidikan, Indonesia dan Selandia Baru sepakat terus mendorong peningkatan peluang beasiswa bagi mahasiswa Indonesia. Kesempatan tersebut terutama diarahkan untuk bidang-bidang yang menjadi prioritas pembangunan nasional.

    Peningkatan kerja sama pendidikan diharapkan dapat memperkuat kapasitas sumber daya manusia sekaligus mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara.

  3. 3. Perkuat kolaborasi RI-Selandia Baru di Indo-Pasifik

    Dalam pertemuan tersebut, kedua menteri juga bertukar pandangan mengenai perkembangan berbagai isu regional dan global. Indonesia dan Selandia Baru menegaskan komitmen terhadap kemitraan bilateral yang dapat mendukung stabilitas, perdamaian, dan kesejahteraan di kawasan Indo-Pasifik.

    Kedua negara juga berkomitmen memperkuat kolaborasi melalui forum regional, termasuk ASEAN dan Pacific Islands Forum (PIF). Dalam kesempatan tersebut, Sugiono menyambut baik rencana Selandia Baru menjadi ketua PIF pada 2027.

    Sugiono menyampaikan harapan agar keketuaan Selandia Baru di PIF dapat berlangsung sukses dan turut memperkuat kerja sama di kawasan Pasifik.

    JMC menjadi mekanisme utama dialog bilateral Indonesia dan Selandia Baru untuk membahas perkembangan hubungan kedua negara sekaligus menggali potensi penguatan kerja sama. Forum tersebut juga digunakan untuk meninjau dan mengawal implementasi Rencana Aksi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Selandia Baru periode 2025-2029.

    Sebagai hasil pertemuan, Indonesia dan Selandia Baru mengeluarkan Joint Statement yang memuat kesepahaman untuk memperkuat serta menindaklanjuti berbagai kesepakatan kerja sama bilateral.

    Pertemuan ke-13 JMC juga menjadi bagian dari persiapan menuju 70 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Selandia Baru yang akan diperingati pada 2028. Kedua negara diharapkan dapat terus memperluas kerja sama konkret di bidang pangan, energi, perdagangan, pendidikan, serta isu-isu strategis kawasan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More