Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ribuan Siswa di Italia Demo Desak Perbaikan Sekolah dan Pendidikan
ilustrasi bendera Italia (unsplash.com/aitac)
  • Belasan ribu siswa SMA berdemonstrasi damai di berbagai kota Italia pada 16 Oktober 2026, mendesak perbaikan kondisi sekolah dan sistem pendidikan.
  • Peserta menuntut peningkatan pendanaan, renovasi sekolah, serta menyoroti pembatasan siswa asing, kenaikan biaya hidup, dan perubahan iklim; bentrokan terjadi di Turin.
  • Conftrasporto mengancam mogok akibat kenaikan harga BBM; aksi pengemudi truk telah memicu kelangkaan bensin dan solar serta kemacetan panjang di Cosenza.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Belasan ribu siswa SMA di Italia mengadakan demonstrasi damai di berbagai kota pada Jumat (16/10/2026). Demonstrasi kali ini untuk mendesak pemerintah Italia memperbaiki kondisi sekolah dan sistem pendidikan di negaranya. 

Langkah ini mengikuti ribuan siswa SMA di Prancis yang menggelar demonstrasi besar-besaran dalam 2 pekan terakhir. Bahkan, demonstrasi sudah digelar di berbagai kota di seluruh Prancis dan mendapat dukungan dari siswa di negara lain, termasuk siswa di Italia. 

1. Siswa sekolah protes dalam demo bertajuk “No Meloni Day”

ilustrasi bendera Italia (unsplash.com/londonweddingphotographer)

Demonstrasi siswa SMA ini bertajuk “No Meloni Day” ini digelar di berbagai kota di Italia. Mobilisasi ini digelar di berbagai kota, seperti di Roma, Milan, Turin, Genoa, Firenze, Cagliari, dan sejumlah kota-kota lain di Italia. 

Dilansir The Florentine, ribuan siswa tersebut memprotes terkait kekhawatiran akan menurunnya kualitas pendidikan di Italia. Mereka mendesak pemerintah untuk meningkatkan pendanaan sekolah, merenovasi bangunan sekolah. Selain itu, mereka khawatir akan pembatasan siswa asing di kelas dan naiknya biaya hidup. 

Tak hanya mengenai pendidikan demonstran di Firenze juga turut membawa isu perubahan iklim dalam tuntutannya. Demonstran mengaku bahwa tuntutan ini menunjukkan semua yang dikhawatirkan oleh generasi muda. 

2. Terjadi kerusuhan di Turin, Genoa, dan Bologna

Mobil Polisi Italia. (unsplash.com/chiara_01)

Meski demonstrasi siswa di berbagai kota berlangsung damai, bentrokan justru terjadi di Turin yang berbuntut pada kerusuhan. Konfrontasi antara demonstran dan polisi terjadi setelah sekelompok orang bermasker melemparkan batu ke petugas kepolisian. 

Dilansir La Sicilia, sebanyak tiga anak di bawah umur ditangkap dan lebih dari 50 lainnya masih dalam identifikasi atas dugaan memicu kerusuhan. Selain di Turin, demo di Genoa dilanda ketegangan imbas pembakaran patung dan Bologna terjadi pemblokiran jalan. 

Di sisi lain, Menteri Dalam Negeri Italia, Matteo Piantedosi mengapresiasi aparat kepolisian yang berhasil mengatur ketertiban. Ia menyebut bahwa polisi sudah bertindak dengan profesional dan seimbang dalam menertibkan demonstran. 

3. Pengemudi truk siap gelar mogok kerja imbas kenaikan harga BBM

ilustrasi truk kontainer (unsplash.com/photogasan)

Konfederasi Pengemudi Truk Italia, Conftrasporto menyatakan akan mengadakan aksi mogok kerja imbas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mereka berjanji akan membuat Italia berhenti imbas mogok kerja tersebut. 

“Kami akan meminta pemerintah untuk mengadakan pertemuan dengan asosiasi industri. Sebaliknya, jika tidak ada, maka kami akan mengadakan mogok kerja,” terang Presiden Conftrasporto, Pasquale Russo, dikutip dari Ansa.

Demonstrasi yang dilakukan pengemudi truk diketahui sudah menyebabkan krisis BBM di Cosenza. Area tersebut menyebabkan stasiun pengisian BBM kehabisan bensin dan solar yang berdampak pada kemacetan panjang. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article