Italia Tolak Putus Relasi dengan Mesir, Ada Apa?

- PM Italia Giorgia Meloni menolak memutus hubungan diplomatik dengan Mesir, karena menilai langkah itu bukan solusi untuk kasus penculikan dan pembunuhan Giulio Regeni.
- Meloni menyatakan Italia terus mengejar kebenaran dan keadilan melalui pengadilan in absentia serta saluran diplomatik, meski investigasi dan vonis kasus tersebut belum final.
- Oposisi dan keluarga Regeni mendesak pemutusan relasi serta ekstradisi tersangka, setelah Pengadilan Roma menjatuhkan vonis 10 tahun kepada tiga polisi Mesir secara in absentia.
Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni, pada Rabu (30/9/2026), mengatakan bahwa pemerintahannya tidak akan memutus hubungan diplomatik dengan Mesir. Menurutnya, pemutusan hubungan bukanlah solusi dalam mengatasi masalah penculikan dan pembunuhan Guilio Regeni.
Dalam 10 tahun terakhir, hubungan Italia dan Mesir merenggang imbas kasus pembunuhan Regeni. Mayat mahasiswa asal Italia itu ditemukan dengan kondisi mengenaskan di pinggir jalan raya dengan sejumlah luka penyiksaan yang diduga dilakukan oleh polisi Mesir.
1. Meloni yakin kasus pembunuhan Regeni akan terungkap

Perdana Menteri Italia, Giorgia Meloni. (Elekes Andor, CC BY-SA 4.0, via Wikimedia Commons) Meloni mengucapkan solidaritas kepada kerabat Guilio Regeni. Ia memastikan bahwa keadilan dan kebenaran atas misteri kematian Regeni akan segera diungkap.
“Otoritas Italia sudah bertindak dengan mendorong pengadilan in-absentia, maka kami benar-benar mendukung pengungkapan kebenaran dan keadilan atas kasus pembunuhan Regeni,” ungkapnya, dikutip dari Ansa.
Menurut Meloni, investigasi dan vonis hukuman atas kasus pembunuhan Regeni memang belum final. Namun, semua cara sudah dilakukan sesuai dengan aturan dan penggunaan saluran diplomatik dengan Mesir.
2. Oposisi dan kerabat Regeni desak pemutusan relasi

ilustrasi bendera Italia (Pexels/Renan Martini) Sejumlah anggota parlemen oposisi di Italia mendorong Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani untuk mengungkap kasus Regeni. Jika perlu harus ada pemutusan hubungan diplomatik antara Italia dan Mesir.
“Hubungan internasional tidak dapat menjadi prioritas di atas harga diri manusia dan pelecehan terhadap tubuh manusia,” papar Senator Partai Demokratik (PD), Susanna Camusso.
Menurutnya, pemerintah Italia harus memastikan terduga pelaku diekstradisi ke Italia. Selain oposisi, keluarga Regeni juga mendorong pemutusan hubungan bilateral dengan Mesir.
3. Pengadilan Roma jatuhkan vonis kepada tiga polisi Mesir

ilustrasi bendera Mesir (pexels.com/aboodi) Pada Senin, Pengadilan Roma resmi menyatakan ketiga polisi Mesir bersalah atas kasus pembunuhan dan penyiksaan kepada Regeni secara in absentia. Mereka sudah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara.
Dilansir BBC, otoritas Italia dan Mesir awalnya menginvestigasi kasus ini bersama, tapi keduanya memiliki konklusi yang berbeda. Otoritas Mesir menyebut geng kriminal yang bersalah, sedangkan Italia menilai polisi Mesir terlibat dalam kasus pembunuhan ini.
Sebagai informasi, Regeni merupakan mahasiswa doktor atau S3 di Universitas Cambridge yang saat itu masih berusia 28 tahun. Ia berkunjung ke Mesir dalam rangka penelitian lapangan pada 2016.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)




















