Jakarta, IDN Times - Organisasi pemantau hak asasi manusia Human Rights Watch (HRW) merilis laporan pada Rabu (23/9/2026), mengenai perlakuan buruk terhadap ribuan tahanan perempuan di Myanmar. Laporan itu mendokumentasikan berbagai bentuk kekerasan yang dialami tahanan perempuan selama berada dalam penahanan.
HRW menyebut kondisi tersebut terjadi di tengah konflik bersenjata yang berlangsung sejak kudeta militer pada 2021. Temuan itu turut menyoroti dugaan pelanggaran hak asasi manusia di fasilitas penahanan yang dikelola otoritas militer Myanmar.