Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ribuan Warga Tuntut PM Albania Mundur di Hari Ulang Tahunnya
Perdana Menteri Albania, Edi Rama. (President.gov.ua, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
  • Ribuan warga Albania turun ke jalan menuntut PM Edi Rama mundur karena mendukung proyek hotel mewah yang terafiliasi keluarga Donald Trump di Zvernec.
  • Aksi demonstrasi di Tirana berlangsung ricuh, dengan bentrokan antara polisi dan massa yang menuntut pembebasan 19 demonstran serta menyebabkan puluhan korban luka.
  • PM Edi Rama membantah adanya proyek baru di Teluk Porto Palermo dan menegaskan wilayah itu dilindungi, meski ada rencana pembangunan museum Perang Dingin untuk pariwisata.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Ribuan warga Albania kembali turun ke jalan untuk menuntut Perdana Menteri (PM) Albania, Edi Rama mundur dari jabatannya. Demonstrasi ini sebagai lanjutan dari penolakan proyek pembangunan hotel mewah yang terafiliasi keluarga Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. 

Lebih dari sebulan, warga Albania melakukan demonstrasi besar-besaran menentang pembangunan hotel mewah di Zvernec. Warga Albania semakin marah dan mendesak Rama mundur karena mendukung penuh proyek kontroversial tersebut. 

1. Demonstran membawa gambar flamingo dan kue semen

ilustrasi bendera Albania (unsplash.com/mdehevia)

Ribuan demonstran berkumpul di pusat kota Tirana dengan membawa gambar flamingo untuk menolak pembangunan hotel mewah afiliasi menantu Trump, Jared Kushner. Mereka juga mendesak Rama mundur saat perayaan ulang tahunnya ke-62. 

“Apa yang memulai Revolusi Flamingo Pink ini menjadi demonstrasi besar adalah ketidakpercayaan publik. Kurangnya transparansi dan tingginya arogansi pemerintah yang membuat kami tidak tahan, PM harus pergi,” tuturnya, dikutip dari Euronews, Senin (6/7/2026). 

Salah sekelompok demonstran juga membawa kue semen tuntutan agar PM mundur. Selain itu, kue semen ini menjadi simbol agar pemerintah menggalakkan perlindungan ekosistem di Albania. 

2. Terjadi kerusuhan antara polisi dan demonstran

ilustrasi bendera Albania (pexels.com/eric-b)

Pada saat yang sama, sejumlah demonstran mengadakan long-march ke arah stasiun polisi. Mereka menuntut polisi segera membebaskan 19 demonstran yang ditangkap setelah mengadakan aksi pekan lalu. 

Demonstran yang marah memecahkan kaca kantor polisi dan dibalas dengan aksi kekerasan dari aparat. Polisi Albania dilaporkan menyiram gas air mata dan meriam air untuk mengusir demonstran. 

Kerusuhan ini menunjukkan situasi yang semakin menegang di Albania. Polisi juga mengumumkan sebanyak 15 petugas polisi terluka dan 25 demonstran akan ditahan usai insiden tersebut. 

3. Rama bantah ada proyek baru di Teluk Porto Palermo

Perdana Menteri Albania, Edi Rama. (instagram.com/ediramaal)

Rama membantah adanya kabar soal rencana proyek pembangunan di Teluk Porto Palermo. Ia memastikan bahwa area tersebut dilindungi untuk konservasi dan segala bentuk pembangunan dilarang.

Dilansir Albania Daily News, Rama menyebut pemerintah sudah mempertahankan keaslian Teluk Porto Palermo. Namun, ia juga menyebut, ada rencana untuk membangun museum Perang Dingin dan rehabilitasi di sekitar fasilitas militer untuk pariwisata. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article