Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rusia Mau Panggil Tentara Cadangan untuk Jaga Fasilitas Penting

Tentara Rusia. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Tentara Rusia. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Pemanggilan tentara cadangan bukan mobilisasi militer
  • Rusia targetkan tingkatkan peserta wajib militer hingga 261 ribu
  • Rusia setujui mobilisasi komponen cadangan saat damai
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Selasa (30/12/2025), menyetujui pemanggilan ribuan peserta wajib militer pada 2026. Keputusan ini untuk menjaga fasilitas penting di Rusia dari ancaman sabotase. 

“Pada 2026, warga Federasi Rusia yang ikut dalam mobilisasi komponen cadangan akan dipanggil untuk kembali untuk dikirim ke pusat pelatihan khusus dalam melindungi fasilitas penting dan infrastruktur vital lainnya,” terang dalam dokumen, dikutip dari Tass.

Pada April, Rusia sudah mengumumkan rekrutmen 160 ribu pemuda dalam program wajib militer. Peningkatan peserta wajib militer ini sesuai dengan tujuan Rusia untuk meningkatkan jumlah personel militer di tengah perang di Ukraina

1. Sebut pemanggilan ini bukan bentuk mobilisasi militer

Wakil Kepala Direktorat Mobilisasi dan Organisasi Militer Rusia, Vladimir Tsimlyansky menyebut bahwa inisiatif ini bukanlah mobilisasi militer. Namun, rencana ini untuk menarik warga yang sudah siap dan punya jiwa nasionalis. 

Sementara itu, pasukan komponen cadangan tidak memiliki tugas seperti personel militer aktif. Nantinya, tugas untuk menjaga infrastruktur penting ini hanya sebagai pekerjaan paruh waktu dan mereka dapat memiliki pekerjaan utama. 

“Perbedaan utama antara komponen cadangan dan tentara kontrak adalah mereka hanya bekerja paruh waktu dan punya pekerjaan utama. Mereka juga tidak termasuk dalam tentara dan memiliki hak sepenuhnya sebagai warga sipil Rusia,” tuturnya. 

2. Rusia targetkan tingkatkan peserta wajib militer hingga 261 ribu

Pada saat yang sama, Putin juga menyetujui aturan konskripsi militer setahun penuh pada 2026. Moskow menargetkan dapat meningkatkan peserta wajib militer hingga 261 ribu orang yang berusia antara 18-30 tahun. 

Dilansir United24, aturan terbaru ini menjadi yang pertama kalinya disahkan soal wajib militer selama setahun penuh mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Pada musim gugur 2025, Rusia berhasil menarik 135 ribu peserta wajib militer. 

3. Rusia setujui mobilisasi komponen cadangan saat damai

Pada Oktober, Rusia menyetujui proposal dari Putin untuk memobilisasi komponen cadangan saat kondisi normal atau damai. Alhasil, warga yang masuk dalam pasukan komponen cadangan Rusia dapat ditugaskan untuk ikut menjaga pertahanan. 

Namun, hukum ini hanya berlaku bagi siapapun yang sudah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia untuk menjadi komponen cadangan. Saat ini, pasukan komponen cadangan hanya dapat dimobilisasi saat pecahnya perang di Rusia. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

YLBHI: KUHAP Berlaku Besok Tapi Akses Dokumen Baru 30 Desember, Semua Bingung

01 Jan 2026, 20:46 WIBNews