Rusia Mau Panggil Tentara Cadangan untuk Jaga Fasilitas Penting

- Pemanggilan tentara cadangan bukan mobilisasi militer
- Rusia targetkan tingkatkan peserta wajib militer hingga 261 ribu
- Rusia setujui mobilisasi komponen cadangan saat damai
Jakarta, IDN Times - Presiden Rusia, Vladimir Putin, pada Selasa (30/12/2025), menyetujui pemanggilan ribuan peserta wajib militer pada 2026. Keputusan ini untuk menjaga fasilitas penting di Rusia dari ancaman sabotase.
“Pada 2026, warga Federasi Rusia yang ikut dalam mobilisasi komponen cadangan akan dipanggil untuk kembali untuk dikirim ke pusat pelatihan khusus dalam melindungi fasilitas penting dan infrastruktur vital lainnya,” terang dalam dokumen, dikutip dari Tass.
Pada April, Rusia sudah mengumumkan rekrutmen 160 ribu pemuda dalam program wajib militer. Peningkatan peserta wajib militer ini sesuai dengan tujuan Rusia untuk meningkatkan jumlah personel militer di tengah perang di Ukraina.
1. Sebut pemanggilan ini bukan bentuk mobilisasi militer
Wakil Kepala Direktorat Mobilisasi dan Organisasi Militer Rusia, Vladimir Tsimlyansky menyebut bahwa inisiatif ini bukanlah mobilisasi militer. Namun, rencana ini untuk menarik warga yang sudah siap dan punya jiwa nasionalis.
Sementara itu, pasukan komponen cadangan tidak memiliki tugas seperti personel militer aktif. Nantinya, tugas untuk menjaga infrastruktur penting ini hanya sebagai pekerjaan paruh waktu dan mereka dapat memiliki pekerjaan utama.
“Perbedaan utama antara komponen cadangan dan tentara kontrak adalah mereka hanya bekerja paruh waktu dan punya pekerjaan utama. Mereka juga tidak termasuk dalam tentara dan memiliki hak sepenuhnya sebagai warga sipil Rusia,” tuturnya.
2. Rusia targetkan tingkatkan peserta wajib militer hingga 261 ribu
Pada saat yang sama, Putin juga menyetujui aturan konskripsi militer setahun penuh pada 2026. Moskow menargetkan dapat meningkatkan peserta wajib militer hingga 261 ribu orang yang berusia antara 18-30 tahun.
Dilansir United24, aturan terbaru ini menjadi yang pertama kalinya disahkan soal wajib militer selama setahun penuh mulai 1 Januari hingga 31 Desember 2026. Pada musim gugur 2025, Rusia berhasil menarik 135 ribu peserta wajib militer.
3. Rusia setujui mobilisasi komponen cadangan saat damai
Pada Oktober, Rusia menyetujui proposal dari Putin untuk memobilisasi komponen cadangan saat kondisi normal atau damai. Alhasil, warga yang masuk dalam pasukan komponen cadangan Rusia dapat ditugaskan untuk ikut menjaga pertahanan.
Namun, hukum ini hanya berlaku bagi siapapun yang sudah menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan Rusia untuk menjadi komponen cadangan. Saat ini, pasukan komponen cadangan hanya dapat dimobilisasi saat pecahnya perang di Rusia.



















