Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Sukseskan Huntara Aceh, BSI Tunjukkan Kontribusi dan Partisipasi Aktif

1000399811.jpeg
Presiden RI Prabowo Subianto (tengah) didampingi Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani (kiri kedua), Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia Dony Oskaria (kiri pertama), Gubernur Aceh Muzakir Manaf (kiri ketiga) saat berbincang dengan Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo (kanan kedua) pada kunjungannya ke lokasi pembangunan Rumah Hunian Danantara (Huntara) di Aceh Tamiang, Kamis (1/1). (Dok. BSI)
Intinya sih...
  • Pembangunan huntara kerja keras dan sinergi lintas pihak, termasuk BSI.
  • Koordinasi erat antara Danantara Indonesia dan BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian menjadi faktor utama kesuksesan pembangunan huntara.
  • Keterlibatan BSI menyasar sektor penting.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemulihan pasca-bencana hidrometeorologi di Aceh dengan berpartisipasi aktif dalam pembangunan rumah hunian Danantara (Huntara). Langkah ini merupakan wujud nyata kehadiran negara melalui sinergi BUMN di bawah naungan Danantara Indonesia untuk menyediakan tempat tinggal yang bermartabat bagi masyarakat terdampak.

Pembangunan Huntara di Aceh Tamiang ini ditinjau langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto pada Kamis (1/1). Dalam kesempatan tersebut, Presiden menekankan pentingnya percepatan pemulihan agar masyarakat dapat segera kembali menjalani kehidupan secara aman.

Sebagai bagian dari Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), BSI mengambil peran strategis dalam mendukung pembiayaan dan pemenuhan kebutuhan logistik pembangunan Huntara. Pada tahap awal pemulihan infrastruktur hunian ini, BSI berkontribusi sekitar 15 persen dari total target pembangunan tahap pertama.

1. Pembangunan huntara kerja keras dan sinergi lintas pihak

Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani. (IDN Times/Trio Hamdani)
Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), Rosan Perkasa Roeslani. (IDN Times/Trio Hamdani)

Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa pencapaian pembangunan huntara hingga awal tahun ini tidak terlepas dari kerja keras dan sinergi lintas pihak, khususnya peran aktif BUMN dalam mendukung eksekusi di lapangan. "Target pembangunan Rumah Hunian Danantara di Aceh Tamiang ditetapkan secara jelas sejak awal, dan capaian hingga 1 Januari 2026 menunjukkan komitmen kuat seluruh pihak untuk menepatinya. BUMN bergerak cepat, bekerja di lapangan dalam kondisi yang tidak mudah, untuk memastikan masyarakat segera mendapatkan hunian yang layak," katanya.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyoroti disiplin eksekusi dan intensitas kerja BUMN dalam mengejar target waktu yang ketat. "Pembangunan rumah hunian Danantara dilakukan dalam rentang waktu yang sangat terbatas. BUMN bekerja dengan intensitas tinggi, melakukan percepatan konstruksi, pengadaan material, hingga pengawasan mutu secara simultan agar target dapat tercapai sebelum awal tahun," katanya.

Menurut Dony, koordinasi erat antara Danantara Indonesia dan BUMN pelaksana, pemerintah daerah, dan kementerian menjadi faktor utama dalam menjaga progres pembangunan tetap sesuai rencana. "Ini adalah contoh konkret bagaimana BUMN menjalankan peran strategisnya sebagai perpanjangan tangan negara, bukan hanya berorientasi pada bisnis, melainkan juga pada kepentingan sosial dan kemanusiaan," ujarnya.

2. Keterlibatan BSI menyasar sektor penting

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo diangkat sebagai Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Anggoro Eko Cahyo diangkat sebagai Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI. (dok. BPJS Ketenagakerjaan)

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo, yang turut hadir mendampingi kunjungan kerja tersebut, menyatakan bahwa keterlibatan BSI tidak hanya terbatas pada layanan perbankan, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki fondasi yang kuat untuk bangkit kembali.

"Hunian sementara (huntara) ini menjadi solusi krusial bagi saudara-saudara kita di Aceh yang kehilangan tempat tinggal. Sesuai arahan Danantara, kami memastikan hunian ini memenuhi standar 'layak'—artinya tidak sekadar memberikan atap, tetapi memberikan rasa aman, nyaman, dan bermartabat agar warga bisa kembali produktif," ujar Anggoro

BSI mendukung penuh standar "layak" yang ditetapkan Danantara Indonesia. Huntara yang dibangun tidak hanya berupa struktur fisik, tetapi mencakup ekosistem kehidupan yang lengkap. Setiap unit dirancang dengan konsep modular untuk kecepatan dan kualitas serta dilengkapi fasilitas penunjang, seperti listrik gratis, akses air bersih, drainase yang baik, hingga konektivitas Wi-fi gratis untuk mendukung akses informasi dan ekonomi digital warga.

"Fasilitas ini penting agar pemulihan tidak hanya fisik, tapi juga sosial dan ekonomi," ujar Anggoro.

3. Kontribusi dan pastisipasi aktif BSI

Bank Syariah Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)
Bank Syariah Indonesia (IDN Times/Umi Kalsum)

Partisipasi dalam pembangunan huntara ini melengkapi rangkaian aksi kemanusiaan BSI yang telah berjalan sejak hari pertama bencana. BSI mencatat telah menyalurkan bantuan logistik lebih dari 140 ton, mendirikan posko kesehatan dan dapur umum, serta menyediakan layanan trauma healing di zona anak.

Dari sisi operasional perbankan, BSI memastikan seluruh layanan di Aceh telah beroperasi normal per 30 Desember 2025. BSI juga proaktif menjalankan program restrukturisasi pembiayaan untuk meringankan beban nasabah yang terdampak bencana.

Secara nasional, Danantara Indonesia bersama BP BUMN menargetkan penyelesaian 600 unit Huntara pada 8 Januari 2026, dengan target jangka menengah sebanyak 15.000 unit dalam tiga bulan ke depan. BSI berkomitmen untuk terus mengawal proses ini hingga masyarakat Aceh benar-benar pulih. (WEB)

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ahmad Faisal
EditorAhmad Faisal
Follow Us

Latest in News

See More

Jakpro Pastikan Tak Ada Calo dan Tambahan Kuota Pengunjung Planetarium

01 Jan 2026, 22:05 WIBNews