Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sebut Toilet China Buruk, Jubir Gedung Putih Tuai Sorotan Tajam

2 min read
Sebut Toilet China Buruk, Jubir Gedung Putih Tuai Sorotan Tajam
Toilet (Unsplash.com/Giorgio Trovato)
  • Juru Bicara Gedung Putih Katie Zacharia memicu sorotan setelah meragukan China sebagai calon negara adidaya dengan menyinggung pengalaman soal fasilitas toilet umum di Beijing.
  • Pernyataan Zacharia memperluas perdebatan ke rekam jejaknya, termasuk pengakuan belum lulus ujian advokat AS dan kritik terkait status profesinya saat pernah bekerja di China.
  • Pemerintah China merespons secara santai melalui juru bicara Mao Ning, yang mengundang Zacharia agar lebih sering berkunjung ke China bila berkesempatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Juru Bicara Gedung Putih, Katie Zacharia, menuai sorotan luas setelah mengomentari kondisi fasilitas toilet di China dalam sebuah wawancara media pada Kamis (15/10/2026). Pernyataan dari pejabat komunikasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang baru dilantik ini kemudian memicu tanggapan diplomatis dari pemerintah Beijing.

Selain memicu reaksi di tingkat internasional, ucapan tersebut memunculkan keraguan publik terkait kepantasan Zacharia dalam memimpin divisi komunikasi kepresidenan. Perdebatan ini bahkan meluas hingga menyoroti riwayat karier serta rekam jejak profesionalnya di masa lalu.

  1. 1. Komentar Katie Zacharia mengenai fasilitas toilet di China

    Kotak berisi pembalut yang dipasang di toilet-toilet universitas di China. weibo.com/@予她同行_Standbyher
    Kotak berisi pembalut yang dipasang di toilet-toilet universitas di China. weibo.com/@予她同行_Standbyher

    Pernyataan tersebut bermula saat Zacharia berbicara dalam sesi wawancara bersama komentator Jack Posobiec. Perbincangan yang awalnya membahas pembagian waktu antara keluarga dan tugas kedinasan itu kemudian beralih ke dinamika politik internasional.

    Dalam kesempatan tersebut, Zacharia menyinggung pandangan sejumlah pihak yang memprediksi China akan menggeser posisi Amerika Serikat sebagai negara adidaya. Ia lantas meragukan prediksi itu dengan merujuk pada pengalamannya saat tinggal di Beijing, khususnya mengenai kondisi fasilitas sanitasi umum yang pernah ditemuinya.

    "Bagaimana China bisa menjadi negara adidaya berikutnya jika fasilitas toilet yang layak saja belum mereka miliki?" ujar Zacharia, dilansir Channel News Asia.

  2. 2. Sorotan publik terhadap status izin advokat Katie Zacharia

    Gedung Putih, Washington D.C.
    Gedung Putih, Washington D.C. (unsplash.com/Tabrez Syed)

    Perhatian publik kemudian turut mengarah pada latar belakang karier serta legalitas profesi hukum yang disandang Zacharia. Berdasarkan riwayat kerjanya, ia tercatat pernah menetap di Beijing dan bekerja di firma hukum Zhong Lun pada kurun 2011 hingga 2013. Pengalaman selama dua tahun tersebut kerap ia jadikan rujukan utama saat berbicara mengenai kehidupan masyarakat di China.

    Meski demikian, status kepengacaraan Zacharia justru menuai perdebatan di kalangan profesional. Lulusan Fakultas Hukum Universitas Pepperdine tahun 2011 ini mengakui belum pernah lulus ujian profesi advokat di negara bagian AS mana pun. Saat ditanya oleh wartawan mengenai lokasi ujian profesinya, Zacharia beralasan bahwa dirinya langsung pindah ke China setelah lulus kuliah.

    Jawaban tersebut menuai kritik dari para praktisi hukum, mengingat regulasi di China tidak mengizinkan warga negara asing memegang lisensi penuh untuk berpraktik sebagai advokat.

  3. 3. Respons diplomatis pemerintah China terhadap pernyataan Zacharia

    bendera China
    ilustrasi bendera China (commons.wikimedia.org/TurnOnTheNight)

    Pemerintah China menanggapi pernyataan tersebut dengan tenang dalam konferensi pers harian di Beijing pada Jumat (16/10/2026). Alih-alih melontarkan kecaman terbuka atas penilaian terhadap fasilitas negerinya, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, memilih meresponsnya dengan nada santai.

    "Kami mengundang beliau untuk lebih sering berkunjung ke China jika ada kesempatan," ujar Mao sambil tersenyum di hadapan para wartawan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More