Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sekjen PBB Sebut Dunia Terancam Terbelah Jadi 2 Blok
Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres. (European Parliament from EU, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
  • Sekjen PBB Antonio Guterres memperingatkan dunia berisiko terbelah menjadi dua blok rival akibat konflik global, dengan perpecahan geopolitik, ketimpangan, dan krisis kepercayaan yang makin dalam.
  • Guterres menyoroti dampak perang terhadap warga sipil, termasuk kelaparan yang dijadikan senjata, terbunuhnya pekerja kemanusiaan, pengabaian hukum internasional, serta krisis iklim yang kian nyata.
  • Dalam pidato terakhirnya sebagai sekjen PBB, Guterres mendesak pengaturan AI agar tetap dibentuk manusia, bersama manusia, dan untuk manusia sebelum lepas kendali.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB, Antonio Guterres memperingatkan bahwa dunia terancam terbelah menjadi dua blok rival pada Selasa (22/9/2026). Terlebih setelah meningkatkan tensi internasional imbas munculnya berbagai konflik global. 

Sekjen PBB itu juga memperingatkan bahwa keretakan dunia semakin melebar dan dapat berujung pada kejahatan. Dalam Majelis Umum PBB ke-81, ia menekankan bahwa perang berkepanjangan hanya akan berujung pada konsekuensi besar. 

1. Peringatkan warga sipil terdampak dalam perang

ilustrasi imigran anak (unsplash.com/salahdarwish)

Guterres memperingatkan bahwa konflik yang terjadi saat ini berdampak pada warga sipil. Menurutnya, kelaparan sudah dimanfaatkan sebagai senjata dan pekerja kemanusiaan sudah dibunuh, serta hukum internasional diabaikan. 

“Saat ini perpecahan geopolitik sudah semakin dalam, ketimpangan semakin besar, dan kepercayaan sudah dicoreng,” tuturnya, dikutip dari Democrata.

Tak hanya itu, Guterres memperingatkan bahwa krisis iklim akan menjadi realitas sehari-hari. Padahal, krisis iklim sebelumnya hanya menjadi ancaman yang tidak terlalu nampak. 

2. Sebut AI harus bermanfaat untuk manusia

ilustrasi AI (unsplash.com/steve_j)

Pada kesempatan yang sama, Guterres mendorong agar AI harus diatur sebelum membahayakan. Ia memperingatkan sebelum AI menjadi sesuatu yang tidak dapat dikontrol lagi oleh manusia. 

Dilansir EFE, sekjen PBB itu menyebut bahwa AI harus dibentuk oleh manusia, dengan manusia dan untuk manusia. Menurutnya, AI adalah salah satu krisis yang dihadapi dunia pada abad ke-21 dan harus ditentukan masa depannya. 

3. Guterres mengucapkan pidato terakhirnya sebagai sekjen PBB

tampak luar Kantor Pusat PBB di New York, Amerika Serikat (unsplash.com/nhuenerfuerst)

Pernyataan ini disampaikan dalam pidato Guterres untuk yang terakhir kalinya sebagai sekjen PBB. Setelah 10 tahun lamanya, laki-laki berkebangsaan Portugal itu akan melepaskan jabatannya sebagai pemimpin tertinggi PBB pada 31 Desember 2026. 

Dilansir RTL Today, Guterres sudah menjabat sejak 1 Januari 2017 dan sempat menjabat sebagai perdana menteri Portugal. Sebelum itu, ia pernah menduduki jabatan kepala administrasi PBB yang bertanggung jawab mengkoordinasi respons kedaruratan global dan mediasi konflik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article